Header Ads

Aktifitas Bisnis Cina Meningkat Namun Dampak Epidemi Masih Ada Hingga Q2

Aktifitas bisnis dan perjalanan Cina terus menunjukkan pemulihan yang berarti setelah terganggu oleh wabah virus corona, namun peningkatan infeksi secara global yang pesat dinilai akan menimbulkan tantangan baru bagi dimulainya perekonomian di negara tersebut secara lebih luas.

Dalam laporan penelitiannya, Nomura Holdings memperkirakan bahwa sekitar 61.6% dari perusahaan yang mengalami pukulan paling berat oleh krisis kesehatan di negara tersebut, telah kembali memulai aktifitas bisnis mereka, dan sekitar 74.1% memulai kegiatan ekonominya secara lebih luas.

China melaporkan tidak ada kasus infeksi yang ditularkan secara lokal di daratan di luar provinsi pusat Hubei, pusat penyebaran dalam dua hari berturut-turut, namun pihak berwenang terus mewaspadai risiko yang berasal dari pengunjung asing dan warga negara Tiongkok yang melakukan perjalanan kembali ke Cina dari daerah yang terkena dampak.

Sejumlah pelabuhan di Cina telah memulai aktifitas mereka yang mengalami peningkatan secara cepat. Seperti diketahui bahwa Cina mewakili sekitar 22% aktifitas impor dunia melalui laut dan 33% dari kapasitas pembuatan kapal di dunia.

Pelabuhan-pelabuhan utama di Cina mengalami kemacetan kapal dan simpanan kargo karena para pekerja tidak dapat kembali ke pos mereka di tengah pembatasan perjalanan. Clarkson Research juga menyarankan lebih banyak informasi diperlukan untuk memahami jika tren kenaikan berkelanjutan.

Sebuah data yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa lebih dari 300 juta orang telah kembali bekerja setelah liburan Tahun Baru Imlek.

Sebuah bank digital yang diprakarsai oleh raksasa teknologi China Tencent, WeBank merilis China Economic Recovery Index yang menunjukkan bahwa sekitar 68% kegiatan bisnis, termasuk manfaktur dan konsumsi telah kembali dijalankan.

Kota-kota Cina bagian timur dan selatan, pusat-pusat manufaktur utama untuk elektronik, mesin dan tekstil, mengalami laju pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara pedalaman seperti Henan dan Hubei.

Ping An Bank mengeluarkan perkiraan yang menyebutkan bahwa tingkat pemanfaatan rata-rata terhadap sekitar 600 klien di usaha kecil dan mikro di Cina berada di angka 47.3%, atau naik dari 8% di minggu sebelumnya yang merupakan level operasi normal.

Dengan sejumlah laporan peningkatan aktifitas ekonomi dan tingkat penyebaran wabah yang semakin menyusut di Cina, sepertinya krisis kesehatan di negara tersebut telah mulai memudar, namun secara keseluruhan laju perekonomian mereka dinilai masih akan terkena dampak dari meningkatnya penyebaran virus corona di luar Cina.(WD)

Related posts