Header Ads

Aktifitas Jasa Jerman Turun Di Laju Yang Lebih Lambat

Aktifitas sektor jasa Jerman mengalami penurunan di laju yang lambat pada bulan Mei lalu setelah sebelumnya mencatat rekor kontraksinya di bulan April seiring pembatasan untuk meredam pandemi virus yang saat ini telah dicabut.

IHS Markit’s final services PMI Jerman naik menjadi 32.6 dari 16.2 di bulan April, lebih tinggi dari data awal di 31.4. Sementara indeks komposit PMI, yang mencakup sektor jasa dan manufaktur, naik menjadi 32.3 dari sebelumnya di 17.4 pada April lalu, dan lebih tinggi dari data flash di 31.4.

Laju penurunan yang lebih lambat tidak mampu menghentikan prospek yang suram dari perusahaan di sektor tersebut, seiring bisnis baru yang mengalami penurunan yang tajam pada buan Mei meskipun berada dalam kecepatan yang lebih lambat dari bulan sebelumnya.

Phil Smith selaku ekonom utama di IHS Markit mengatakan bahwa data yang dirilis tersebut menunjukkan bahwa masih ada sedikit pelonggaran dalam laju perekonomian di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut, dan menunjukkan kemungkinan adanya kontraksi sebesar dua digit pada kuartal kedua ini, dengan demikian kekuatan disinflasi nampaknya masih akan membayangi sektor swasta menyusul persaingan ketat antara bisnis yang memangkas harga yang dikenakan untuk barang dan jasa, yang mana biaya yang lebih rendah sejauh ini telah membantu untuk memfasilitasi upaya untuk memberikan diskon.

Sektor perjalanan, restoran dan hiburan telah mengalami pukulan yang keras oleh langkah-langkah penguncian yang diperkenalkan pada bulan Maret dan berlangsung hingga April.

Akan tetapi meskipun restoran, hotel, studio kebugaran serta sejumlah tempat hiburan lainnya telah diizinkan untuk dibuka kembali di bawah kebijakan pembatasan, namun para ekonom menilai bahwa tingkat pengembalian ke level sebelum terjadinya krisis kesehatan akan berjalan dengan lambat.

Terkait akan hal tersebut Smith mengatakan bahwa ada lebih banyak berita buruk untuk pasar tenaga kerja Jerman pada bulan Mei seiring meningkatnya jumlah kehilangan pekerjaan, yang mana pemangkasan jumlah staf pada awalnya berpusat pada sektor jasa di awal penerapan kebijakan lockdown, akan tetapi tingkat penurunan telah sedikit berkurang dan saat ini pemangkasan tenaga kerja telah diambil alih oleh sektor manufaktur.

Pemerintah Jerman memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan menyusut hingga 6.3% di tahun ini, mengalami kondisi resesi terdalam sejak Perang Dunia II, meskipun sejumlah paket penyelamatan ekonomi telah dikeluarkan untuk meredam dampak dari pandemi.(WD)

Related posts