Aktifitas Manufaktur Cina Mengalami Kontraksi Untuk Pertama Kalinya

Aktifitas di sektor manufaktur Cina mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun terakhirnya di bulan Desember, di tengah melambatnya ekonomi domestik serta sengketa perdagangan yang masih berlangsung dengan AS.

Biro Statistik Nasional Cina melaporkan data resmi Manufacturing PMI di angka 49.4, lebih rendah dibandingkan perkiraan 49.9 dari para analis dalam jajak pendapat Reuters. Data tersebut juga masih lebih buruk dibandingkan data di bulan November di angka 50.0, sementara Non-Manufacturing PMI resmi Cina dirilis di angka 53.8, lebih tinggi dari 53.4 pada bulan November lalu.

Data ekonomi Cina tengah diawasi dengan ketat oleh pasar, seiring banyaknya tanda-tanda perlambatan yang ditimbulkan oleh trade war yang sedang berlangsung antara dua negara ekonomi terbesar dunia. Namun di luar perang kebijakan tarif bea impor, ekonomi Beijing tengah menghadapi tantangan domestiknya sendiri. Bahkan sebelum terjadinya trade war dengan AS, Cina telah berusaha untuk mengelola perlambatan ekonominya setelah dalam tiga dasawarsa terakhir mereka mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat buruk.

Frederic Neumann, co-kepala Riset Ekonomi Asia di HSBC, mengatakan bahwa data PMI Cina yang lebih buruk dari perkiraan di hari terakhir tahun ini, memberikan petunjuk awal terhadap tantangan yang semakin berat di tahun depan. Hasil survei untuk sektor manufaktur swasta lainnya yang lebih terfokus kepada perusahaan berskala kecil dan menengah akan dirilis pada hari Rabu lusa.(WD)

Related posts