Header Ads

Aktifitas Manufaktur Jepang Mengalami Penurunan Tajam

Aktivitas sektor pabrik Jepang dilaporkan mengalami kontraksi paling tajam dalam tujuh tahun terakhir di bulan Februari, seiring semakin meluasnya wabah virus corona di Cina sehingga meningkatkan risiko resesi di negara ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut.

Penurunan manufaktur menawarkan bukti paling jelas tentang dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh epidemi terhadap pertumbuhan global dan bisnis, serta kemungkinan akan meningkatkan tekanan terhadap para pembuat kebijakan Jepang untuk meningkatkan stimulus mereka.

Indeks au Jibun Bank Flash Japan PMI dilaporkan jatuh ke level 47.6 yang disesuaikan secara musiman dari sebelumnya 48.8 di akhir Januari, sekaligus mencatat angka terendahnya sejak akhir 2012 silam. Angka indeks masih tetap di bawah ambang batas 50, yang memisahkan antara batas ekspansi dan kontraksi dalam 10 bulan beruntun.

Hasil survei ini menunjukkan laju pesanan baru melemah, sementara indikator lainnya secara keseluruhan output dan simpanan pekerjaan juga mengalami penurunan.

Joe Hayes selaku ekonom di IHS Markit mengatakaan bahwa data PMI terbaru secara signifikan meningkatkan prospek resesi teknis di Jepang sebagai negara ekonomi terbesar ketiga di dunia, menyusul aktifitas bisnis baru di perusahaan jasa mengalami penurunan di laju tercepat sejak Juni 2016, dengan adanya bukti hasil survei yang menyiratkan bahwa wabah virus corona telah memberikan hantaman terhadap sektor pariwisata terutama di Jepang, sebagai sumber utama permintaan di sektor jasa.

Data pekan lalu menunjukkan ekonomi menyusut pada laju tercepat dalam hampir enam tahun pada kuartal Desember, memicu pembicaraan tentang resesi, karena virus menambah dampak yang sebelumnya diakibatkan oleh kenaikan pajak penjualan pada pengeluaran konsumen dan bisnis.

Selain itu indeks au Jibun Bank Flash Japan Services, dilaporkan menyusut di laju tercepat dalam hampir enam tahun terakhir, yang lagi-lagi disebabkan oleh dampak dari penyebaran virus corona yang semakin kuat.

Indeks aktifitas sektor jasa di laporkan berada di angka 46.7 dari 51.0 di bulan sebelumnya, yang merupakan angka terendahnya sejak April 2014 saat Jepang menerapkan kenaikan pajak nasional.

Sedangkan PMI au Jibun Bank Flash Japan Composite merosot ke 47.0 di bulan ini, yang juga merupakan level terendahnya sejak April 2014 dan turun dari pencapaian di 50.1 pada bulan sebelumnya.(WD)

Related posts