Amamiya : Bank of Japan Tidak Akan Mengesampingkan Opsi Kebijakan Moneternya

Deputi Gubernur Bank of Japan Masayoshi Amamiya mengatakan bahwa bank sentral Jepang tidak akan mengesampingkan opsi kebijakan, termasuk memperdalam suku bunga ke tingkat yang lebih negatif, jika menghendaki adanya perluasan kebijakan stimulus lebih lanjut.

Dalam kesempatan berbicara di acara Reuters Newsmaker, Amamiya mengatakan bahwa untuk saat ini skenario dasar dari para pejabat pengambil kebijakan Bank of Japan, adalah berkembangnya ekonomi Jepang secara moderat dan bertahap hingga mampu memberikan dorongan bagi laju inflasi ke level target mereka.

Namun demikian beliau menyebutkan bahwa masih terdapat sejumlah risiko penurunan, yang mana jika risiko tersebut membawa kerusakan bagi momentum ekonomi sehingga menimbulkan hambatan dalam pencapaian target inflasi, maka pihak Bank of Japan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan jika dirasakan hal tersebut mendesak.

Dengan masih adanya friksi perdagangan antara AS dengan Cina, yang melukai laju permintaan global serta membuat prospek ekonomi Jepang semakin tidak jelas, sejumlah analis memperkirakan bahwa bank sentral Jepang dapat menerapkan pelonggaran kebijakan moneternya dalam laju yang lebih cepat sesuai dengan level tinjauan di bulan ini. Guna memudahkan hal tersebut,

Bank of Japan mengatakan bahwa pihaknya memiliki empat opsi, yaitu memperdalam tingkat suku bunga negatif, memangkas target imbal hasil obligasi jangka panjang hingga 0%, meningkatkan pembelian aset serta mempercepat laju pencetakan uang.

Namun demikian lembaga keuangan justru melontarkan keritik mereka terhadap kebijakan suku bunga negatif dari Bank of Japan, seraya mengatakan bahwa hal tersebut telah membawa kerusakan terhadap margin mereka serta sekaligus juga menimbulkan ancaman terhadap terganggunya stabilitas sistem perbankan Jepang.

Saat ditanya mengenai apakah memperdalam level negatif bagi suku bunga masih merupakan salah satu opsi kebijakan dari Bank of Japan, Amamiya menjawab bahwa di saat pihaknya memandu kebijakan moneternya, maka mereka juga tidak pernah mengesampingkan segala cara kebijakannya.

Dalam hal ini Bank of Japan bisa saja menggunakan keempat opsi tersebut secara sendiri-sendiri, menggabungkan beberapa kebijakan atau malah memodifikasinya dari bentuk yang sudah ada. Bank sentral Jepang melakukan panduan suku bunga jangka pendek di -0.1% dan imbal hasil obligasi 10 tahun di kisaran 0%, dengan mengacu kepada kebijakan yang disebut sebagai yield curve control.

Selain itu BoJ juga melakukan pembelian obligasi pemerintah dan aset berisiko dalam jumlah yang besar, sebagai upaya untuk mencapai target inflasi 2%, yang dinilai masih sulit dipahami hingga saat ini.(WD)

Related posts