Ancaman Tarif Trump Dorong Yuan Kembali Melemah

Mata uang yuan China terus melemah pada perdagangan Selasa di sesi Asia setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat mengatakan tarif barang-barang China senilai $ 200 miliar akan meningkat lebih dari dua kali lipat.

Pasangan mata uang USD/CNY naik 0,3% menjadi 6.7772 pada 10.30 WIB.

Semalam, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan China telah menjauh dari komitmen yang dibuat selama negosiasi perdagangan.

Namun, Wakil Perdana Menteri China Liu He masih akan memimpin delegasi China dalam pembicaraan perdagangan di Washington pada Kamis dan Jumat, kata Lighthizer.

Sementara itu, Mnuchin mengatakan AS akan mempertimbangkan kembali potensi tarifnya jika perundingan kembali ke jalurnya sehingga meningkatkan harapan bahwa kedua pihak mungkin masih dapat mencapai kesepakatan perdagangan.

Pada hari Senin, dolar AS naik ke level tertinggi empat bulan terhadap yuan.

Bank sentral China merespons dengan memangkas persyaratan cadangan untuk bank-bank kecil dan menengah, suatu ukuran yang katanya akan melepaskan likuiditas 280 miliar yuan.

China akan merilis data perdagangan pada hari Rabu dan laporan inflasi pada hari Kamis.

Indeks Dolar AS yang melacak kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang lainnya turun 0,1% menjadi 97,19.

Selain berita utama perdagangan, investor juga akan fokus pada laporan inflasi AS pada hari Jumat setelah Federal Reserve mengatakan pekan lalu bahwa kemungkinan akan mempertahankan suku bunga stabil untuk periode yang panjang.

Related posts