Anggaran Pemerintah Korea Selatan Untuk Tahun 2020 Naik 6%

Usulan anggaran pemerintah Korea Selatan untuk tahun 2020 mendatang, diperkirakan akan dinaikkan lebih dari 6% ke rekor tertinggi baru hingga mendekati 500 triliun Won ($422 milliar), berdasarkan garis besar pengeluaran yang sejauh ini telah disusun oleh badan-badan pemerintah.

Kementerian Ekonomi dan Keuangan mengatakan bahwa pihak kementerian dan lembaga negara telah meminta skema pengeluaran sebesar 498.7 triliun Won, yang naik sebesar 6.2% dari 469.6 triliun Won di tahun ini. Pemerintahan saat ini dibawah kepemimpinan Presiden Moon Jae-in, mencatat kenaikan pengeluaran fiskal sebesar 6.0% di tahun lalu dan 6.8% di tahun ini, yang mana ini menggandakan pertumbuhan rata-rata tiga hingga empat persen di bawah pemerintahan konservatif sebelumnya.

Untuk itu Kementerian Ekonomi dan Keuangan akan segera menyelesaikan proposal anggaran sekaligus akan menyerahkan kepada Majelis Nasional pada 3 September mendatang untuk mendapatkan persetujuan. Permintaan untuk belanja kesejahteraan ditingkatkan sebesar 12.9% dari tahun sebelumnya, menjadi 181.7 triliun Won.

Sementara permintaan anggaran untuk penelitian dan pengembangan, mencapai 22.4 triliun Won, atau naik sekitar 9.1% dari tahun lalu. Sedangkan dana yang disisihkan digunakan untuk mendukung sektor teknologi utama seperti hydrogen economy, big data, artificial intelligence dan untuk pengembangan jaringan 5G. Permintaan anggaran untuk pertahanan meningkat 8.0% setahun, menjadi 50.4 triliun Won.

Permintaan anggaran untuk keselamatan publik juga dinaikkan sebesar 3.0%, begitu juga dengan anggaran administrasi umum yang juga dinaikkan sebesar 3.0% serta anggaran pendidikan sebesar 2.3% setahun.

Namun demikian besaran anggaran untuk proyek-proyek modal overhead sosial justru dipangkas sebesar 8.6% menjadi 18.1 triliun Won, akibat sebagian besar proyek negara yang ditangani oleh lembaga pemerintah pusat telah dialihkan ke pemerintah daerah. Demikian juga dengan anggaran untuk pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan juga dipangkas sebanyak 4.0% dengan alasan yang sama.(WD)

Related posts