Header Ads

Angka Pengangguran Inggris Tumbuh Dibawah Ekspektasi

Meskipun di rilis di bawah ekspektasi para ekonom, namun tingkat pengangguran di Inggris tetap mencatat kenaikan ke level tertingginya sejak awal 2016, dalam periode triwulan hingga November di saat pandemi virus corona terus menimbulkan dampak terhadap ekonomi Inggris hingga negara tersebut kembali mengalami isolasi.

Office for National Statistics melaporkan tingkat pengangguran naik menjadi 5.0%, lebih tinggi dari catatan di triwulan sebelumnya di angka 4.9% meskipun lebih rendah dari ekspektasi ekonom di 5.1%, yang menunjukkan penurunan jumlah karyawan dalam daftar penggajian perusahaan pada bulan Desember sebesar 2.7% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, dan tercatat 828 ribu lebih rendah dari periode di awal pandemi pada bulan Februari lalu.

Tingkat pengangguran di Inggris telah mengalami tekanan akibat program Job Retention Scheme dari pemerintah, yang memberikan dukungan hingga sebanyak 2.4 juta pekerjaan pada 31 Oktober tahun lalu, turun dari level puncak 8.9 juta di bulan Mei sebelumnya.

Program ini merupakan tindakan dukungan ekonomi untuk meredam pandemi Covid-19 yang memakan biaya termahal di Inggris, yang menelan biaya hingga 46.4 milliar Poundsterling ($ 63 milliar) hingga pertengahan bulan Desember lalu dan program ini akan berakhir di 30 April mendatang.

Menteri Keuangan Rishi Sunak akan menetapkan langkah-langkah dukungan pekerjaan di masa depan pada anggaran tahunannya pada 3 Maret, yang mana peningkatan jumlah kasus Covid-19 di tahun lalu telah berulang kali memaksanya untuk membatalkan rencana untuk mengakhiri program Job Retention Scheme.

Pasca dirilisnya data tersebut, Sunak mengatakan bahwa krisis ini telah berlangsung jauh lebih lama dari yang diharapkan pihaknya dan setiap pekerjaan yang hilang sebagai akibat krisis tersebut adalah sebuah tragedi, sementara pihak National Health Service (NHS) telah bekerja keras untuk melindungi warga Inggris dengan vaksin, dan pihaknya memberikan semua yang dimilikinya untuk memberikan dukungan bagi sektor bisnis, individu dan keluarga.

Sebuah data yang dirilis pada hari Jumat lalu menunjukkan bahwa jumlah orang yang bekerja mengalami penurunan hingga 88 ribu dalam periode tiga bulan terakhir hingga November, yang merupakan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan penurunan sebesar 100 ribu dari para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Sebelumnya pada bulan ini Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan bahwa dirinya yakin terhadap tingkat pengangguran yang mendasarinya lebih tinggi karena definisi resmi mengecualikan warga tanpa pekerjaan yang untuk sementara waktu menunda encari kerja karena pandemi.(WD)

Related posts