Header Ads

Anjloknya Harga Minyak Memicu Pelemahan Di Pasar Mata Uang

Greenback semakin terbenam terhadap mata uang Euro dan Yen di sesi perdagangan awal pekan ini seiring penurunan harga minyak mentah serta ditambah dengan semakin tingginya kecemasan terhadap penyebaran virus corona, sehingga mendorong yield Treasury AS ke posisi terendahnya.

Harga minyak mentah anjlok hingga 30% setelah negara produsen minyak utama, Arab Saudi mengejutkan pasar dengan rencana mendorong laju produksi minyaknya, menyusul gagalnya perjanjian pasokan minyak mentah pada pertemuan OPEC di pekan kemarin.

Dengan demikian para investor sontak dilanda kepanikan dan bergegas mengalihkan dananya ke pasar obligasi, sehingga menimbulkan tekanan bagi yield Treasury AS tenor 30-tahun hingga dibawah 1% dan obligasi tenor 10 tahun hingga dibawah 0.5%, yang kesemuanya menghilangkan daya tarik US Dollar di pasar mata uang.

Hingga saat berita ini dibuat, mata uang tunggal Euro menguat hingga 1.41% terhadap US Dollar dan mata uang Yen menguat hingga lebih dari 3%, seiring pasar yang lebih memilih aset safe haven untuk mengamankan investasinya.

Sejauh ini kenaikan nilai tukar Yen telah menuju jalur kenaikan terbesarnya dalam tiga hari terakhir, hingga mendekati level tertingginya sejak krisis keuangan di tahun 2008 silam.

Namun demikian keuntungan yang diraih oleh mata uang Yen, telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan pembuat kebijakan di Jepang, yang mana hal ini menjadi berita buruk bagi para eksportir, sehingga salah seorang pejabat keuangan senior mengatakan kepada otoritas keuangan Jepang bahwa mereka harus mengawasi perdagangan dengan lebih cermat.

Paul Mackel selaku kepala penelitian pasar valuta asing di HSBC Hong Kong, mengatakan bahwa penurunan harga minyak datang di saat pasar tengah berada dalam kondisi terburuk, sehingga memberikan dampak yang sangat negatif bagi pasar keuangan.

Dengan demikian penurunan harga minyak secara tajam telah memicu aksi jual terhadap mata uang dari negara-negara eksportir minyak, seperti Rusia dan Meksiko. Mata uang Rubel Rusia dan Peso Meksiko masing-masing turun hingga sebesar 6% terhadap US Dollar.(WD)

Related posts