Header Ads

Arab Saudi Bersiap Meningkatkan Pasokan Minyak Global

Seiring Washington yang tengah bersiap untuk membatasi ekspor minyak dari Iran, Arab Saudi selaku negara produsen utama minyak OPEC beserta anggota lainnya juga bersiap untuk meningkatkan pasokan minyak mentah, bahkan hal ini akan tetap dilakukan meskipun kondisi pasar minyak dunia belum menunjukkan kepastiannya. Pembaharuan sanksi terhadap Iran muncul saat terjadi gangguan pasokan minyak dalam jumlah yang besar di beberapa negara produsen serta ditambah dengan keinginan Trump untuk mencegah kenaikan harga minyak.

Analis memperkirakan bahwa jumlah ekspor minyak Iran, yang mencapai 2.5 juta barrel per hari sebelum adanya sansksi, akan turun antara 1 juta hingga 2 juta barrel per hari disaat mulai diberlakukannya sanksi tersebut pada hari ini, sehingga hal ini dinilai akan membebani pasar. Arab Saudi merupakan satu-satunya negara produsen dengan kapasitas cadangan yang signifikan, yang dinilai mampu untuk mengimbangi hilangnya pasokan dari Iran.

Meskipun hubungan antara Riyadh dengan Washing ton tengah memburuk, akibat dari pembunuhan terhadap kontributor Washington Post, namun Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana untuk meberlakukan embargo minyak sebagai balasannya. Menteri Energi Saudi, Khalid al-Falih mengatakan negaranya siap untuk meningkatkan produksi minyaknya hingga 12 juta bpd, menyusul peningkatan produksi minyak Arab sebesar 700 ribu barrel per hour menjadi 10.7 juta barrel per hari.

Selain itu diperkirakan akan ada penurunan pasokan minyak dari Libya, Nigeria, Meksiko dan Venezuela, sehingga hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian atas produksi shale oil AS. Ahli minyak Kuwait Kamel al-Harami mengatakan bahwa dirinya meragukan kemampuan Arab Saudi untuk mempertahankan produksi minyak hingga 12 juta bpd untuk jangka waktu yang lama.

Saat ini lembaga OPEC terkendala oleh kapasitas cadangan yang rendah di tengah pergerakan pasar yang ketat dibawah ancaman lemahnya pasokan minyak, rendahnya investasi serta faktor geopolitik yang tidak dapat diprediksi. Sejumlah prediksi yang dikeluarkan memperkirakan bahwa ekspor minyak mentah Iran telah mengalami penurunan hingga sepertiganya sejak bulan Mei lalu, menyusul sejumlah perusahaan asal Cina dan India yang mengurangi pembelian minyak dari Teheran.(WD)

Related posts