Header Ads

Arab Saudi Coba Sesuaikan Permintaan Trump Pangkas Produksi

Crude Oil

Minyak mentah naik lebih dari 2% pada sesi perdagangan Senin setelah jatuhnya 8% pada hari Jumat. Ini terjadi setelah Goldman Sachs mengatakan harga saat ini merupakan “level masuk yang sangat menarik untuk posisi Long minyak” dan komoditas lainnya.

Harga minyak acuan AS WTI ditutup naik $ 1,21, atau 2,4%, pada $ 51,63 per barel. Setelah mengalami kenaikan sebanyak 3,6% sebelumnya menjadi $ 51,74. Sedangkan pada perdagangan Jumat, WTI turun hampir 8%, menyentuh level terendah 13 bulan $ 50,16.

Harga minyak Brent, patokan global untuk minyak, naik $ 1,52, atau 2,6%, pada $ 60,56 per barel. Minyak Brent ini jatuh lebih dari 5% pada hari Jumat, menembus level $ 60 yang telah bertahan sejak Juli 2017, setelah rebound awal pekan ini.

Produksi minyak Arab Saudi mencapai level tertinggi sepanjang masa dari 11,1 juta menjadi 11,3 juta barel per hari (bpd) pada November, Reuters mengutip sumber industri mengatakan. Rata-rata output untuk bulan ini hanya akan diketahui ketika November berakhir, katanya.

Walaupun begitu, Presiden Donald Trump tidak menyerah untuk terus memberikan tekanan yang ditujukan kepada kerajaan Saudi agar menahan diri untuk tidak melakukan pemangkasan produksi pada pertemuan 6 Desember OPEC.

Trump dipandang memiliki pengaruh besar terhadap rencana pemangkasan produksi Saudi setelah Riyadh mengakui pembunuhan terencana jurnalis Jamal Khashoggi tanpa menuduh Putra Mahkota Mohamad bin Salman. Banyak analis berpikir presiden adalah satu-satunya harapan bagi Saudi untuk menghindari sanksi AS yang besar dan memalukan atas pembunuhan itu dan Trump telah mendukung Riyadh sejauh ini.

Related posts