Header Ads

AS-Cina Sepakat Untuk Meredam Perselisihan Perdagangan Antara Keduanya

Pasca pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping dalam perhelatan KTT G20 kemarin, Cina dan AS bersepakat untuk meredam perang tarif diantara keduanya. Hal ini terlihat dari persetujuan Trump untuk tidak menaikkan tarif impor menjadi 25%, sekaligus mengesampingkan tarif terhadap impor Cina senilai $200 milliar.

Pihak Gedung Putih mengatakan bahwa Cina setuju untuk memberli produk pertanian, energi, industri dan lainnya yang belum disepakati, namun bagian terbesar yang penting dari pihak AS adalah tujuan mereka untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan di antara kedua negara. Kedua pemimpin tersebut juga sepakat untuk segera memulai pembicaraan mengenai perubahan struktural sehubungan dengan transfer teknologi, perlindungan hak milik intelektual, hambatan non-tarif, layanan dan pertanian serta segala sesuatu yang menyangkut keamanan cyber.

AS dan Cina sepakat bahwa mereka akan berusaha untuk melaksanakan semua klausul tersebut dalam 90 hari kedepan, dan jika hal ini gagal dilaksanakan maka AS berhak untuk menaikkan tarif menjadi 25% terhadap barang impor Cina. Penasihat Negara Cina Wang Yi, mengatakan bahwa kedua pemimpin sepakat untuk tetap menjalankan hubungan bilateral yang tepat. Yi menggambarkan bahwa diskusi berjalan dalam suasana yang ramah dan pembahasan mengenai masalah ekonomi dan perdagangan dinilai sangat positif dan konstruktif, saat keduanya mencapai konsensus untuk menghentikan kenaikan tarif baru.

Lebih lanjut Yi mengatakan bahwa Cina berkeinginan untuk meningkatkan impor sesuai dengan kebutuhan pasar domestiknya, termasuk produk yang dapat dipasarkan di AS, guna mengurangi ketidakseimbangan dalam perdagangan dua arah kedua negara. Dikabarkan bahwa keduanya akan meningkatkan negosiasi untuk menuju kepada kondisi penghapusan penuh semua tarif tambahan.

Pertemuan kedua pemimpin negara ekonomi terbesar dunia tersebut, berlangsung setelah para negara anggota G20 bersepakat untuk mendukung perombakan World Trade Organization, yang mengatur mengenai perselisihan dagang internasional.

Trump telah lama melontarkan kritik terhadap surplus perdagangan Cina dengan AS, dan pihak Gedung Putih menuduh Beijing tidak bermain secara adil dalam perdagangan diantara keduanya. Sementara itu Cina menyebut bahwa kebijakan proteksionisme AS sebagai upaya untuk mengintimidasi.

Pasar saat ini berharap banyak bahwa meredanya ketegangan perdagangan antara AS-Cina dapat berjalan terus, untuk memastikan suasana kondusif bagi iklim perdagangan global. (WD)

Related posts