Header Ads

AS Meluncurkan Ancaman Tarif Impor Terhadap Produk Otomotif Dari Jepang

Pemerintahan Trump kembali menjalankan agenda mereka terhadap ancaman tarif bea masuk bagi produk impor ke AS, dan nampaknya Jepang akan menjadi target berikutnya. Dalam percakapannya dengan pihak Wall Street Journal, Trump menggambarkan hubungan baiknya dengan Jepang, namun kemudian beliau menambahkan bahwa hal tersebut bisa segera berakhir setelah dirinya memberikan pengumuman mengenai berapa tarif bea masuk yang harus dibayarkan oleh Jepang.

Derek Scissors, ekonom Asia di American Enterprise Institute, menilai bahwa jika kesepakatan NAFTA terbaru akan ditandnatangani oleh AS bersama dengan Kanada dan Meksiko, maka kedua negara tersebut akan dibebaskan dari investigasi otomatis terhadap sektor perdagangan AS, dan mengingat bahwa Uni Eropa telah memenangkan pengecualian terhadap tarif semacam itu, maka dapat dipastikan hal ini akan membuat Jepang, selaku sekutu utama AS di Asia, akan menjadi target nomer satu dari trade war yang dilancarkan oleh pemerintahan Trump. Meskipun Trump kemungkinan telah merujuk terhadap biaya lain dari Jepang, akan tetapi Scissors menilai bahwa produk otomotif adalah sektor yang paling mungkin terkena kebijakan kenaikan tarif impor.

Pemerintah AS meluncurkan ancaman untuk mendorong kenaikan tarif hingga 25% untuk produk otomotif dan suku cadang impor, tarif diatas 25% untuk baja dan 10% untuk aluminium. Ketidakseimbangan perdagangan Jepang merupakan yang ketiga terbesar dari semua mitra dagang utama AS, setelah Cina dan Meksiko. Sementara impor produk otomotif dan suku cadang telah menyumbang sekitar tiga perempat dari total defisit perdagangan AS senilai $54 milliar. Ancaman tarif ini dinilai juga merupakan suatu alat untuk memanfaatkan Jepang, yang mendapat tekanan dari Gedung Putih untuk membentuk perjanjian perdagangan bilateral.

Namun pihak Tokyo telah menentang kesepakatan ekslusif tersebut dan telah menyuarakan preferensinya untuk perjanjian multilateral yang lebih beragam. Dengan adanya ancaman tarif impor yang lebih tinggi, maka hal ini akan memberikan pukulan bagi produsen mobil Jepang, termasuk Toyota, Nissan dan Honda yang memandang AS sebagai pasar utama mereka.

Untuk itu para pejabat AS dan Jepang akan terus mengadakan pembicaraan menjelang diadakannya pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela-sela sidang Majelis Umum PBB yang akan dilaksanakan pada akhir September mendatang.(WD)

Related posts