AS – UE Mencapai Kesepakatan Perdagangan Barang Industri Non-Otomotif

Pada akhirnya pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker, mencapai kata sepakat mengenai perdagangan diantara keduanya. Dalam konferensi pers seusai pertemuan di Gedung Putih, kedua pemimpin berjanji untuk bekerja sama menuju penghapusan tarif bagi barang industri non-otomotif, guna mengurangi hambatan serta sekaligus untuk meningkatkan kerjasama perdagangan di bidang jasa, bahan kimia, farmasi, produk medis serta kacang kedelai. Mereka juga setuju untuk mereformasi kebijakan WTO dan pihak Uni Eropa setuju untuk membeli lebih banyak gas alam cair dari AS.

Namun yang terpenting dari semuanya adalah keduanya sepakat untuk tidak memaksakan tarif baru satu sama lain disaat masih terjalinnya kerjasama diantara keduanya. Seperti diketahui sebelumnya bahwa pihak Gedung Putih telah memberikan guncangan terhadap Uni Eropa dengan memberlakukan tarif bea masuk bagi produk baja dan aluminium di awal bulan Juni lalu, serta mengancam akan memberlakukan tarif bea masuk baru bagi produk otomotif dan suku cadang dari Eropa.

Kepala Ekonom di Oxford Economics, James Nixon mengatakan kepada CNBC bahwa masih tersisa ketidakpastian mengenai seperti apa arti kesepakatan bagi keduanya, seraya menambahkan bahwa bagaimanapun tampaknya pihak Gedung Putih telah kembali ke hubungan multilateral serta transaksi perdagangan yang belum pernah dilakukan oleh AS sebelumnya. Sementara itu Paul Donovan selaku Kepala Ekonom di UBS Global Wealth Management, mengatakan bahwa meskipun Uni Eropa berjanji untuk membeli lebih banyak kedelai dari AS, namun hal ini tidak memiliki kekuatan untuk memaksa para petani Eropa untuk membeli lebih banyak kacang kedelai dari AS.

Akan tetapi secara keseluruhan untuk saat ini, pihak Eropa dapat bernapas sedikit lega mengenai ancaman tarif 20% terhadap produsen mobil Eropa yang sedikit bisa diredam seiring pertemuan tersebut, sehingga dirasakan mampu untuk memberikan dukungan bagi kepercayaan bisnis di kawasan Eropa. (WD)

Related posts