Header Ads

Aset Safe Haven Klasik Menguat Jelang Libur Natal

Mata uang yang sering disebut safe haven klasik, yen Jepang dan franc Swiss naik karena meningkatnya pembelian aset safe-haven. Investor khawatir dan waspada melihat ketidakstabilan politik di Amerika Serikat dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Volume perdagangan menipis dengan sebagian besar pasar global ditutup untuk Natal, sementara Jepang tutup pada hari Senin untuk liburan.

Tidak ada investor yang ingin ambil risiko, dengan prospek pertumbuhan global yang memburuk sehingga membuat pasar saham meluncur turun untuk kinerja kuartalan terburuk sejak 2008.

Akibatnya banyak investor mengalihkan ke aset safe haven klasik seperti yen dan franc Swiss. Langkah ini dianggap sebagai posisi yang aman selama masa tekanan ekonomi dan politik. Mereka masing-masing naik sekitar 0,1 persen pada dolar di awal perdagangan Asia.

Dolar, juga dicari sebagai safe-haven, berhasil bertahan meskipun ada masalah sendiri, termasuk shutdown parsial pemerintah AS.

Indeks dolar, ukuran nilainya versus enam mata uang utama, bertahan stabil di 96,90, setelah naik 1 persen minggu lalu karena investor menghindari aset berisiko.

Dalam langkah yang diperkirakan secara luas, Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu lalu untuk kenaikan keempat tahun ini, didukung oleh ekonomi AS yang relatif kuat dibandingkan dengan negara-negara lain.

Namun, dengan sinyal Fed “beberapa kenaikan bertahap” meskipun ada risiko global, kekhawatiran pedagang tumbuh semakin gugup bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi akan merusak laba perusahaan dan mengerem ekonomi terbesar di dunia itu.

Related posts