Aso : Menggunakan APBN Sebagai Alat Kebijakan Utama Akan Menjadi Bumerang

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso pada hari Kamis mengatakan menggunakan anggaran pengeluaran pemerintah sebagai alat kebijakan utama untuk meningkatkan lapangan kerja dan memacu inflasi, sebuah ide yang didukung oleh beberapa akademisi AS, akan menjadi bumerang pada ekonomi terbesar ketiga di dunia ini mengingat tumpukan utang yang besar.

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menggemakan pandangan Aso di parlemen, mengatakan bahwa gagasan itu tidak dapat diterima karena tidak memperhitungkan bahaya menjalankan defisit fiskal yang sangat besar.

“Itu ide yang ekstrem dan sangat berbahaya karena akan melemahkan disiplin fiskal,” kata Aso kepada parlemen, ketika ditanya tentang teori tersebut oleh anggota parlemen partai yang berkuasa.

“Saya tidak punya niat menjadikan Jepang sebagai platform untuk bereksperimen dengan ide-ide seperti itu,” tambahnya.

Pendukung Teori Moneter Modern (MMT) berpendapat bahwa pengeluaran pemerintah, dan defisit sesuai kebutuhan, harus digunakan untuk memenuhi pekerjaan penuh dan mandat inflasi yang saat ini ditugaskan ke Federal Reserve A.S.

Related posts