Aso : Pemerintah Jepang Akan Mengawasi Pergerakan Yen Secara Seksama

Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso mengatakan bahwa dirinya akan memantau pergerakan mata uang secara lebih seksama, setelah mata uang Yen mengalami lonjakan baru-baru ini, yang mana hal ini menunjukkan kekhawatiran dari para pembuat kebijakan mengenai volatilitas yang berlebihan.

Namun Aso menolak untuk mengomentari tingkat valuta asing tertentu, dan menggarisbawahi pentingnya stabilitas dalam pergerakan mata uang Jepang, yang hingga saat ini cenderung dianggap sebagai safe haven yang menarik laju permintaan di saat pasar global mengalami gejolak.

Para pejabat pembuat kebijakan dari Bank of Japan untuk saat ini cenderung untuk mencoba menurunkan nilai tukar Yen untuk mencegah penguatan Yen, yang dinilai dapat merusak daya saing ekspor yang berpotensi melukai ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada sektor eskportirnya.

Lebih lanjut Aso juga mengatakan bahwa stabilitas nilai tukar mata uang sangat penting artinya, dimana mereka harus mengamati dengan cermat pergerakan mata uang dengan lebih seksama dan mengacu pada urgensi. Saat konferensi pers reguler,

Aso menilai bahwa penguatan Yen lebih disebabkan oleh kekhawatiran terhadap perang dagang AS-Cina, saat ditanya mengenai mata uang Yen yang terapresiasi hingga ke level puncaknya dalam tujuh bulan terakhir hingga menyentuh kisaran dibawah 105 Yen terhadap Dollar pada hari Senin kemarin.

Taro Aso juga mengatakan bahwa volatilitas yang terjadi di pasar baru-baru ini, tidak akan mengubah posisi pemerintahan Shinzo Abe untuk melanjutkan kenaikan pajak penjualan di bulan Oktober mendatang menjadi 10% dari 8%, kecuali jika guncangan terhadap ekonomi Jepang semakin besar.

Sejak 2011 silam pemerintah Jepang telah mencoba untuk menjauh dari pasar mata uang, sejak saat mereka melakukan intervensi besar-besaran guna membendung kenaikan nilai tukar Yen yang berlebihan terhadap Dollar, pasca krisis nuklir di Fukushima yang dipicu oleh gempa bumi dan tsunami besar.(WD)

Related posts