Asset Beresiko Turun Tajam Seiring Wabah Corona Semakin Meluas Di AS

Bursa saham AS anjlok pada Kamis kemarin dan bursa saham Asia mengikuti penurunan tajam pada perdagangan pagi hari di Jumat, menghapus sebagian besar kenaikan tajam pada sesi sebelumnya, karena pasar tetap sangat fluktuatif dalam menghadapi virus corona yang menyebar cepat.

Dowjones berakhir hari 969.58 poin, atau 3.5%, lebih rendah pada 26.121,28 setelah naik hampir 1.150 pada sesi sebelumnya. S&P 500 turun 3.3%, atau 106,18, menjadi 3.023,94 dan Nasdaq Composite turun 3,1%, atau 279,49, menjadi 8.738,60.

Kekhawatiran tentang virus corona yang mengganggu ekonomi global terus mencengkeram Wall Street ketika negara-negara di seluruh dunia memperpanjang karantina dan pembatasan perjalanan. Negara bagian California menyatakan keadaan darurat setelah adanya kematian terkait virus corona dan 53 kasus dikonfirmasi di negara bagian itu. Jumlah infeksi di New York juga dua kali lipat dalam semalam menjadi 22 ketika negara bagian meningkatkan pengujiannya.

Kekhawatiran itu memicu permintaan investor untuk aset yang lebih aman seperti US Treasurys dan emas.

Saham maskapai penerbangan juga mengalami pemukulan besar, memimpin penurunan Dow Jones Transportation Average, yang merosot ke wilayah pasar bear pada hari Kamis. Saham United Airlines anjlook 13,4%, sedangkan American Airlines merosot 13,2%, menderita hari terburuk sejak 2016.

Investor akan memantau laporan pekerjaan AS pada hari Jumat untuk tanda-tanda dampak negatif dari virus corona. Ekonomi AS diperkirakan akan menambah 175.000 pekerjaan pada Februari, turun dari 225.000 pada Januari.

Data klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis menggarisbawahi kekuatan pasar tenaga kerja meskipun terjadi wabah. Klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara merosot 3.000 menjadi 216.000 untuk pekan yang berakhir 29 Februari. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan klaim akan jatuh ke 215.000 dalam minggu terakhir.

Related posts