Header Ads

Aussie Berhasil Menyentuh Level Tertinggi Dalam Empat Setengah Bulan Terakhir

Mata uang Aussie bergerak menguat di sesi perdagangan hari ini menjelang Natal dan berhasil menyentuh level tertingginya dalam empat setengah bulan terakhir di tengah optimisme pasar mengenai hubungan dagang AS-Cina.

Optimisme ini dipicu langkah Cina pada Senin kemarin yang menurunkan tarif bagi sejumlah produk impor, mulai dari daging babi beku hingga ke beberapa jenis semikonduktor di tahun depan, seiring Beijing yang tengah berupaya untuk meningkatkan impor di tengah ekonomi yang mengalami perlambatan serta diperparah oleh perang dagang dengan AS.

Tohru Sasaki yang menjabat sebagai kepala penelitian di JP Morgan, mengatakan bahwa pasar menilai berita tersebut sebagai dukungan bagi Dollar Australia yang menjadi mata uang proxy Cina, berikut sejumlah mata uang yang sensitif terhadap risiko.

Hal ini terlihat dari mata uang New Zealand Dollar yang berada di 0.6633, tepat dibawah 0.6639 sebagai level tertinggi lima bulannya, termasuk sejumlah mata uang negara berkembang seperti Peso Meksiko, Rupiah Indonesia dan Rubel Rusia yang kesemuanya bertahan di dekat kisaran puncak multi-bulan.

Sementara Poundsterling Inggris justru bergerak di area defensisfnya seiring kekhawatiran yang kembali muncul terkait potensi kekacauan Brexit. Pasar bersiap untuk berlanjutnya ketidakpastian yang akan terjadi setelah Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa pada Januari nanti.

Kekhawatiran pasar ini muncul setelah Perdana Menteri Boris Johnson telah merubah legalitas potensi berlanjutnya pembicaraan perdagangan dengan UE setelah masa transisi di akhir tahun depan, sehingga para investor khawatir bahwa Inggris bisa mengalami keterpurukan jika tidak memiliki kesepakatan perdagangan apapun dengan Uni Eropa.

Namun secara keseluruhan Greenback masih menunjukkan respon terhadap pembacaan yang lemah pada data pesanan baru untuk barang modal utama di AS.

Tingkat pesanan untuk barang modal non-militer yang tidak memasukkan pesawat sebagai item acuan dan dipandang sebagai proxy untuk rencana pengeluaran bisnis, mencatat kenaikan hanya 0.1% di bulan November dan masih dibawah ekspektasi pasar.

Pengeluaran modal A.S. cenderung stagnan dalam beberapa bulan mendatang setelah Boeing mengeluarkan pengumuman pada pekan lalu, yang mana produsen pesawat tersebut akan menangguhkan produksi pesawat jet 737 MAX, menyusul dua kecelakaan fatal yang menimpa pesawat yang merupakan produk terlaris dari Boeing.

Semuanya dipandang sebagai kegagalan perusahaan tersebut sehingga menyebebkan Dennis Muilenberg terdepak dari posisi sebagai Kepala Eksekutif Boeing.(WD)

Related posts