Aussie dan Kiwi Koreksi Seiring Greenback Stabil

Dolar naik terhadap sebagian besar mata uang lainnya pada perdagangan hari ini, meskipun ekspektasi investor meningkat bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini yang kemungkinan besar akan membatasi kenaikan greenback.

Dolar Australia dan dolar Selandia Baru beringsut lebih rendah terhadap dolar di perdagangan Asia awal, masing-masing turun 0,2 persen dan 0,1 persen.

Kedua mata uang telah naik sekitar 1,5 persen terhadap dolar pekan lalu karena sentimen risiko membaik pada harapan kesepakatan perdagangan AS-China dan stimulus yang lebih agresif dari para pembuat kebijakan Cina untuk mendukung ekonominya yang sedang sakit.

Mengingat dukungan penguatan yang telah terlihat dalam mata uang komoditas, masuk akal untuk melihat aksi taking profit. Pasar berharap uptrend bisa segera dilanjutkan.

Dolar turun 1,5 persen versus yuan lepas pantai minggu lalu, penurunan mingguan tertajam sejak Januari 2017 karena kekhawatiran investor tentang perlambatan tajam di ekonomi terbesar kedua di dunia itu agak berkurang.

Sebenarnya pasar berharap yuan untuk segera menguat dan investor dinilai telah melebih-lebihkan tingkat perlambatan di China.

Pasar Uang AS

Pelaku pasar berpikir bahwa kekhawatiran perlambatan pertumbuhan domestik dan global serta inflasi AS yang jinak akan membuat para pembuat kebijakan Fed menjadi ragu-ragu untuk menaikkan biaya pinjaman di ekonomi terbesar di dunia itu.

Ketua Fed Jerome Powell menegaskan pekan lalu bahwa bank sentral AS memiliki kemampuan untuk bersabar pada kebijakan moneter mengingat inflasi tetap stabil.

Data pada hari Jumat menunjukkan bahwa harga konsumen AS pada bulan Desember turun untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan pada bulan Desember.

Related posts