Header Ads

Aussie Menguat Terhadap Greenback Didukung Pemulihan Ekonomi Cina

Sejumlah mata uang berisiko mencatat kenaikan terhadap Greenback di sesi perdagangan awal pekan ini, seiring para investor yang melihat adanya tanda-tanda positif dari pemulihan ekonomi di Cina pasca pandemi Covid-19 dan sekaligus meningkatkan taruhan mereka terhadap meredanya ketegangan antara AS-Cina.

Mata uang Aussie yang sensitif terhadap sektor perdagangan mencatat lonjakan hingga 1% ke level tertingginya dalam tiga bulan, dan memimpin kenaikan yang lebih luas guna menempatkan US Dollar ke level terendahnya dalam sebelas pekan terakhir terhadap mata uang utama lainnya.

Pada saat konferensi pers di Jumat lalu untuk menguraikan tanggapannya terhadap pengetatan penguasaan Beijing atas Hong Kong, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak membuat langkah untuk memberlakukan tarif baru terhadap Cina.

Selain itu sentimen investor mendapat dorongan dari data Caixin/Markit Purchasing Managers Index, yang menunjukkan peningkatan marginal secara tidak terduga dalam aktivitas pabrik Cina di periode bulan lalu.

Suasana pasar saat ini nampaknya terpengaruh oleh kerusuhan yang menjurus pada kekerasan di sejumlah kota besar di AS, ketika demonstrasi menentang kebrutalan polisi berubah menjadi gelombang kemarahan.

Para analis mengatakan keresahan itu memprihatinkan, dan mungkin menjadi petunjuk bagi pemilihan Presiden jangka pendek pada November, tetapi tidak mungkin untuk mengubah optimisme jangka pendek tentang ekonomi AS.

Kenaikan mata uang Aussie dari level terendahnya di bulan Maret dan naik perlahan hingga mencatat kenaikan 22% hingga Mei kemarin, diakibatkan oleh dukungan dari kebijakan Australia untuk mengendalikan pandemi virus sehingga menjadi panduan bagi pedagangan di pasar mata uang seiring banyaknya negara lainnya yang melonggarkan kebijakan lockdown.

Shafali Sachdev, kepala FX untuk Asia di BNP Paribas Wealth Management di Singapura, mengatakan bahwa apa yang mendorong aksi harga di pasar mata uang secara umum adalah tentang bagaimana suatu negara dapat menerapkan kebijakan untuk keluar dari lockdown serta bagaimana untuk kembali ke kondisi normal.

Sementara analis Commonwealth Bank of Australia FX, Joe Capurso mengatakan bahwa pihaknya cukup optimis terhadap pergerakan mata uang Aussie di pekan ini dan pelaku pasar percaya bahwa yang terburuk dari krisis kesehatan, keuangan dan ekonomi telah mereda dan hal ini akan membuat mata uang berbasis komoditas akan membaik serta sebaliknya pergerakan greenback akan cenderung menunjukkan kinerja yang buruk.(WD)

Related posts