Bank Dunia Diharapkan Memberi Dukungan Yang Lebih Besar Bagi Negara Miskin

Sebagai lembaga pemberi pinjaman pembangunan utama di dunia, Bank Dunia dinilai oleh Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin perlu untuk membuat lebih banyak lagi kemajuan dalam upaya mengalihkan pinjamannya dari negara dengan pertumbuhan ekonomi cepat seperti Cina dan lebih terfokus kepada memberikan lebih banyak dukungan untuk negara-negara miskin di dunia.

Dalam pertemuan bank dan IMF yang berlangsung di Washington, Mnuchin juga mengatakan bahwa pemerintahan dibawah kepemimpinan Presiden Donald Trump coba mengupayakan operasi pinjaman bank sektor swasta guna meningkatkan dukungan bagi negara-negara yang tengah dilanda kerapuhan ekonomi, konflik dan kekerasan. Untuk itu Bank Dunia dinilai perlu untuk memastikan bahwa dukungan semacam itu ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan pengentasan kemiskinan, seiring pihak AS yang ingin melihat adanya kemajuan yang signifikan dalam mengalihkan lebih banyak pinjaman Bank Dunia ke negara-negara miskin.

Bertepatan dengan pertemuan rutin dari Bank Dunia, para pemimpin keuangan dunia dan pemimpin bank sentral di dunia juga mengadakan pertemuan, yang menilai bahwa ekonomi global kemungkinan akan mengalami pertumbuhan di akhir tahun dari keterpurukannya saat ini. Akan tetapi pembicaraan perdagangan antara AS dan Cina yang masih belum menemukan kata sepakat, berpotensi memberikan ancaman untuk kembali meredupkan prospek pertumbuhan ekonomi global.

Untuk itu pihak AS berharap banyak pada Bank Dunia untuk terus mengupayakan adanya dukungan yang lebih besar guna mengangkat pertumbuhan negara-negara emerging market dan negara miskin di dunia, agar supaya laju pertumbuhan ekonomi global dapat berada di jalur pertumbuhan yang stabil, sehingga setidaknya dapat mempermudah kinerja ekonomi dari negara-negara ekonomi besar dunia, yang hingga saat ini masih menjadi acuan dalam mengukur pertumbuhan global.(WD)

Related posts