Header Ads

Bank of Japan Berusaha Lebih Fleksibel Untuk Mencapai Target Inflasinya

Bank of Japan masih berniat membuat kerangka kebijakan moneternya lebih fleksibel untuk mencapai target jangka panjangnya. Untuk itu para pengambil keputusan di bank sentral Jepang tetap mempertahankan kebijakan saat ini yang super longgar, dengan mempertahankan target imbal hasil government bonds di kisaran nol persen serta target suku bunga jangka pendek di -0.1%, hingga jangka waktu tertentu sampai mereka menemukan banyak bukti positif dari perkembangan aktifivitas ekonomi dan harga.

Keputusan ini diambil setelah sebelumnya marak beredar spekulasi bahwa BoJ telah melakukan langkah aktif dalam pembahasan mengenai perubahan kebijakan moneternya, yang mana rumor tersebut telah mengirim harga obligasi pemerintah ke level rendah sekaligus juga mendongkrak patokan imbal hasil obligasi 10 tahun ke level tertingginya dalam enam bulan terakhir. Pihak bank sentral sendiri memang mengakui bahwa dibutuhkan lebih banyak waktu dari yang diharapkan untuk mencapai target inflasi 2%. Namun demikian hasil pertemuan kebijakan ini sesuai dengan jajak pendapat dari CNBC terhadap 19 bank dan aset manager yang sebagian besar menginginkan tidak adanya perubahan kebijakan dalam waktu dekat.

Salah seorang analis di DBS mengatakan dalam sebuah catatan, bahwa pada akhirnya BoJ mungkin hanya berusaha lebih fleksibel dalam mencapai tujuan inflasi dibandingkan harus mengesampingkan komitmennya terhadap stimulus moneter, seiring banyak negara di Asia saat ini telah mengadopsi kebijakan rentang waktu target bagi pertumbuhan inflasinya. Di lain pihak kepala ekonom di Tokai Tokyo Research Institute, Hiroaki Mutou menilai bahwa ini merupakan kebijakan yang sangat ringan bagi BoJ, namun vektor kebijakannya saat ini tengah menuju ke jalur pengetatan dengan hasil jangka panjang yang lebih tinggi.

Mutou menilai seperti itu berdasarkan kemungkinan hasil pertemuan kebijakan dari Federal Reserve selama 2 hari yang akan dimulai pada Selasa malam waktu AS, yang tentunya masih akan menempatkan kebijakan moneternya di jalur pengetatan secara bertahap.(WD)

Related posts