Bank of Japan Kembali Memangkas Penilaian Terhadap Ekonomi

Dalam laporan triwulanan yang dirilis pada hari ini Bank of Japan memangkas pandangan ekonominya untuk semua wilayah negara itu di kuartal kedua secara beruntun, seiring sejumlah tanda-tanda ekonomi yang berpotensi jatuh lebih dalam ke jurang resesi.

Bank sentral Jepang menawarkan pandangan yang lebih suram untuk sebagian besar wilayah dibandingkan tiga bulan pertama tahun ini, karena data terbaru menunjukkan laju penurunan produksi pabrik, konsumsi dan pengeluaran modal.

Dalam laporan bulan Juli disebutkan bahwa sembilan wilayah regional Jepang telah melihat ekonomi yang memburuk bahkan bisa dikatakan dalam kondisi yang parah akibat wabah yang memaksa pemerintah di seluruh dunia untuk memberlakukan pembatasan terhadap aktifitas bisnis dan ekonominya.

Penilaian ini dirilis menjelang keputusan suku bunga BoJ di pekan depan, saat mereka diperkirakan akan menuda pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut untuk mengukur dampak dari langkah-langkah stimulus yang diterapkan pada bulan Maret dan April lalu.

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dalam pidatonya yang disampaikan pada pertemuan para manajer cabang regional bank sentral di Tokyo pada pagi hari tadi, mengatakan bahwa harga konsumen kemungkinan akan terus mengalami penurunan untuk saat ini karena ekonomi Jepang memburuk, namun Kuroda tetap berpegang teguh terhadap pandangan optimis bank sentral.

Lebih lanjut Kuroda menyampaikan bahwa ekonomi Jepang diperkirakan akan membaik karena dampak pandemi Covid-19 telah mereda, seiring dukungan dari laju permintaan yang tertunda, serta lingkungan moneter yang akomodatif dan kebijakan paket stimulus dari pemerintah.

Seperti diketahui bahwa ekonomi Jepang tergelincir ke dalam jurang resesi di periode kuartal pertama dan analis telah memperkirakan bahwa pandemi ini akan mendorong terjadinya kontraksi ekonomi yang tajam lebih dari 20% pada periode April-Juni.(WD)

Related posts