Header Ads

Bank of Japan Tetap Mempertahankan Kebijakan Moneter Stabil

Bank sentral Jepang tetap mempertahankan kebijakan moneternya tetap stabil serta mendorong laju perkiraan pertumbuhan ekonominya, di tengah meredanya pesimisme terhadap prospek global dan paket kebijakan pemerintah memberikan dukungan bagi Bank of Japan untuk meningkatkan stimulusnya.

Selain itu BoJ juga mengisyaratkan nada optimisme namun tetap berhati-hati terhadap perkembangan ekonomi global, setelah AS dan Cina menyepakati kesepakatan awal guna meredakan perang perdagangan, dan menyatakan bahwa risiko seputar prospek telah sedikit mereda.

Saat ini pasar akan mencermati pengarahan pasca pertemuan antara Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda guna mendapatkan petunjuk mengenai bagaimana pandangan beliau mengenai sikap pro dan kontra terhadap kebijakan stimulusnya yang berpotensi mempengaruhi keputusan kebijakan di tahun ini.

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Bank of Japan tetap mempertahankan target suku bunga jangka pendek di minus 0.1% dan janji untuk membimbing hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun di kisaran 0%.

Dewan kebijakan BoJ juga mempertahankan pedoman mereka untuk berkomitmen menjaga suku bunga di level rendahnya saat ini atau bahkan memangkasnya hingga meredanya risiko saat berupaya untuk mencapai target inflasi 2%.

Toru Suehiro selaku ekonom pasar senior di Mizuho Securities, mengatakan bahwa mengingat nilai tukar Yen yang telah stabil serta bank sentral besar lainnya tetap mempertahankan kebijakan mereka, maka tidak ada alasan bagi Bank of Japan untuk mengambil tindakan saat ini.

Bank of Japan menargetkan suku bunga tetap berada di bawah kerangka kerja yang dijuluki yield curve control serta terus melakukan pembelian obligasi pemerintah dan aset berisiko dalam jumlah besar, sebagai upaya untuk meningkatkan inflasi ke target yang sulit dipahami.

Dalam tinjauan triwulanan atas perkiraannya, BOJ merevisi proyeksi pertumbuhannya untuk tahun fiskal yang dimulai pada bulan April menjadi 0.9% dari perkiraan pertumbuhan 0.7% yang dibuat pada bulan Oktober, dibantu oleh dorongan dari paket stimulus fiskal pemerintah.

Mereka juga meningkatkan estimasi pertumbuhannya untuk tahun fiskal 2021, namun sebagian besar tetap mempertahankan perkiraan harga yang menunjukkan bahwa inflasi telah kehilangan target 2% hingga awal 2022 mendatang.

Dalam laporannya disebutkan bahwa ekonomi Jepang kemungkinan akan terus berkembang secara moderat, karena dampak perlambatan pertumbuhan global terhadap laju permintaan domestik akan terbatas.

Lebih lanjut BoJ juga menggarisbawahi tekadnya guna mempertahankan kebijakan yang sangat longgar, sembari menyatakan bahwa untuk sementara ini risiko di seputar ekonomi luar negeri Jepang telah sedikit mereda, namun risiko yang dihadapi oleh ekonomi Jepang masih tetap besar.

Pejabat BOJ berharap paket fiskal pemerintah $ 122 miliar dan pengeluaran modal yang kuat akan mengimbangi pukulan dari permintaan global yang lemah dan gangguan rantai pasokan dari bencana topan di tahun lalu yang terus membebani output sektor pabrikan.

Sementara itu kebijakan kenaikan pajak telah membebani laju permintaan domestik, sehingga laju sektor konsumsi cenderung lebih kecil daripada saat retribusi penjualan dinaikan menjadi 8% dari 5% pada 2014 silam.(WD)

Related posts