Bank of Korea: Adanya Potensi Resiko Perlambatan Bagi Negara Berkembang

Bank sentral Korea mengatakan pihaknya melihat prospek kenaikan suku bunga di AS sebagai ancaman terhadap stabilitas ekonomi di negara berkembang dan akan meningkatkan pengawasannya terhadap risiko tersebut.

Kenaikan suku bunga dan dollar yang kuat telah mendorong volatilitas dan arus modal keluar di pasar negara berkembang, menambah ketidakpastian terkait dengan sengketa perdagangan antara AS dan China, Bank of Korea mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Minggu. Dollar yang lebih kuat meningkatkan biaya untuk melayani utang dalam denominasi dolar.

Argentina, Turki, Brasil, dan Afrika Selatan lebih rentan karena mata uangnya yang sensitif risiko dan premi swap default kredit bergejolak, menurut laporan itu. Meksiko dan negara-negara Asia Tenggara termasuk Thailand, Filipina, dan Vietnam relatif stabil, kata bank sentral.

Related posts