Bank of Korea Bersiap Mengatasi Ketidakseimbangan Di Sektor Keuangan

Bank sentral Korea Selatan, yang mempertahankan suku bunganya pada pekan lalu, bersiap untuk mengatasi ketidakseimbangan di sektor keuangan dari siklus suku bunga rendah yang berlarut-larut serta sekaligus mengamankan lebih banyak ruang untuk bemanuver dalam kebijakan moneternya. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank of Korea, Lee Ju-Yeol dalam sesi tanya jawab dengan para anggota parlemen Korea Selatan.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk menyesuaikan kecepatan akomodatif dalam kebijakan moneter jika risiko eksternal tidak menimbulkan ancaman besar terhadap pertumbuhan domestik, laju inflasi serta faktor ekonomi makro lainnya. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Bank of Korea telah memutuskan untuk mempetahankan suku bunga dasar di kisaran 1.50% pada pekan lalu, sebagai upaya untuk melihat bagaimana ketidakpastian global akan memberikan pengaruh terhadap ekonomi domestik.

Keputusan untuk tidak menaikkan suku bunga ini dipertahankan sejak November tahun lalu, saat mereka menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dari rekor terendahnya di 1.25%. Sementara itu dalam periode yang sama tingkat normalisasi telah dipercepat di AS seiring pemulihan ekonomi yang lebih cepat, dan diperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunganya kembali pada pertemuan di bulan Desember mendatang.

Lee juga menyampaikan bahwa seiring kondisi kebijakan moneter yang longgar atau tngkat pinjaan yang murah, maka hal ini akan memperburuk ketidakseimbangan di sektor keuangan termasuk hutang rumah tangga yang terlalu besar, sehingga hal ini akan memaksa para pengambil kebijakan di bank sentral untuk lebih fokus kepada upaya untuk stabilitas di sektor keuangan. Dalam kesempatan tersebut Lee juga menyampaikan proyeksi ekonomi dunia tahun depan yang diperkirakan akan tumbuh pada kecepatan yang sama seperti tahun ini. Akan tetapi berbagai faktor risiko masih akan membayangi laju pertumbuhan global, seperti trade war AS-Cina, siklus pengetatan kebijakan moneter dari Federal Reserve serta peningkatan risiko arus modal keluar dari negara-negara berkembang.

Sementara untuk ekonomi Korea Selatan sendiri, Lee mengharapkan bahwa ekonomi akan tumbuh mendekati laju pertumbuhan idealnya di kisaran 2.8%, meskipun hal pertumbuhan ini masih akan dibayangi oleh risiko eksternal. Sedangkan laju inflasi diperkirakan akan berada di kisaran 1.5%, atau dibawah target 2% dari bank sentral Korea Selatan.(WD)

Related posts