Header Ads

Bank Sentral Cina Memangkas Cadangan Kas Bagi Perbankan

People’s Bank of China telah mengumumkan kebijakan pemangkasan cadangan kas bagi bank, sebagai upaya untuk meningkatkan kebijakan menurunkan pembiayaan sekaligus memacu pertumbuhan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap hambatan ekonomi dari perselisihan perdagangan Cina dengan AS. Pemangkasan cadangan ini menjadi yang keempat kalinya dilakukan oleh Bank Sentral Cina di tahun ini, yang dilakukan seiring janji dari pemerintahan Beijing untuk mempercepat rencana mereka berinvestasi hingga milliaran Dollar ke dalam proyek-proyek infrastruktur menyusul perlambatan ekonomi yang diakibatkan oleh pertumbuhan investasi yang berada di rekor rendahnya.

Rasio kebutuhan cadangan bagi institusi pemberi pinjaman berskala besar saat ini berada di 15.5% dan sebesar 13.5% untuk institusi berskala kecil. Hingga saat ini pihak Beijing telah meningkatkan dukungannya bagi likuiditas di seluruh sistem keuangan sepanjang tahun ini, menyusul fokus para pembuat kebijakan untuk meredam gejolak yang terjadi akibar gencarnya arus modal yang keluar, serta sekaligus untuk menenangkan pasar yang mengalamo pukulan di saat tingginya kecemasan akibat semakin panasnya perselisihan perdagangan dengan Washington yang berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut terhadap laju pertumbuhan ekonominya.

Langkah yang dilakukan oleh PBOC pada awal pekan ini adalah dengan menyuntikkan uang tunai sebesar 750 milliar Yuan ($109.2 milliar) ke dalam sistem perbankan dengan melepaskan total dana likuiditas senilai 1.2 triliun Yuan, yang mana sejumlah 450 milliar Yuan dipergunakan untuk mengimbangi pinjaman jangka menengah yang telah jatuh tempo kepada pihak IMF.

Melemahnya ekspor Cina telah menjadi hambatan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di paruh pertama tahun ini, setelah sebelumnya memberikan dukungan bagi ekonomi Cina di sepanjang tahun lalu. Hal ini setidaknya mengisyaratkan perlunya memacu permintaan domestik jika kebijakan tarif baru dari AS diberlakukan secara signifikan.

Selain itu pemerintah Cina juga akan mengadopsi kebijakan fiskal yang lebih proaktif, termasuk melakukan pemangkasan pajak potensial dalam skala yang lebih besar untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonominya. Total pemangkasan pajak untuk tahun ini diperkirakan akan melebihi 1.3 triliun Yuan. Untuk itu pihak bank sentral akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menstabilkan ekspektasi pasar, sembari mempertahankan kebijakan moneter yang bersifat prudent dan netral.

Laju investasi aset tetap tumbuh di laju paling lambatnya, sementara kredit macet justru mengalami lonjakan di kuartal kedua lalu. Sedangkan tingkat pengangguran dilaporkan naik menjadi 5.1%.(WD)

Related posts