Barnier : Kesepakatan Dagang Brexit Sudah Dekat

Ketua negosiator Brexit Uni Eropa Michael Barnier mengatakan bahwa kedua belah pihak hanyak memiliki beberapa jam untuk menavigasi jalan sempit untuk menuju kesepakatan perdagangan yang akan mencegah gejolak dari Brexit menjelang tenggat waktu yang hanya kurang dari dua minggu.

Pencapaian kesepakatan akan memastikan bahwa perdagangan barang yang berkontribusi terhadap setengah dari perdagangan tahunan UE-Inggris dan yang bernilai hampir satu trilliun Dollar secara keseluruhan, akan tetap bebas dari tarif dan kuota setelah 31 Desember mendatang.

Saat berbicara di depan anggota parlemen Eropa di Brussels, Barnier mengatakan bahwa hal ini akan menjadi momen kebenaran dan ada kemungkinan untuk mendapat kesepakatan, akan tetapi jalan menuju arah tersebut nampaknya masih cukup sulit.

Lebih lanjut Barnier menyampaikan bahwa pihaknya saat ini berada dalam situasi yang sangat serius dan suram, sehingga hanya memiliki sedikit waktu tersisa hanya beberapa jam untuk merampungkan negosiasi ini dengan cara yang berguna jika pihaknya menginginkan perjanjian ini akan mulai diberlakukan di bulan Januari mendatang.

Sebelumnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak berada dalam kondisi yang serius dan bahwa saat ini nampaknya sangat mungkin bahwa kesepakatan ini tidak akan tercapai kecuali posisi Uni Eropa berubah secara substansial.

Von der Leyen mengatakan kemajuan telah dicapai tetapi untuk menjembatani kesenjangan di beberapa bidang, terutama perikanan, maka ini akan menjadi suatu langkah yang “sangat menantang”.

Sementara itu Barnier mengatakan bahwa kedua belah pihak tengah berusaha untuk mencapai kesepakatan, dan beliau mengatakan bahwa Uni Eropa tidak akan menandatangani kesepakatan yang akan melemahkan pasar tunggal yang telah memiliki 450 juta konsumen.

Beliau juga mengatakan bahwa pihak Uni Eropa harus dapat memberlakukan hambatan perdagangan jika Inggris mengubah peraturannya untuk menawarkan barang di bawah standar di pasar tunggal Uni Eropa tersebut.

Untuk permasalahan perikanan Barnier mengatakan bahwa blok tersebut juga ingin merasa bebas membalas dengan membatasi akses pasar Uni Eropa ke produk ikan dari Inggris jika mereka memaksa kapal-kapal Eropa keluar dari wilayah perairannya.

Terkait akan hal tersebut Barnier menambahkan bahwa di titik itulah yang menjadi salah satu masalah yang paling sulit saat ini, karena sektor perikanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hubungan perdagangan antara kedua pihak, sehingga pihaknya tidak mengetahui apakah pembicaraan itu akan menghasilkan kesepakatan atau tidak, dan untuk itu pihak Uni Eropa harus bersiap terhadap semua kemungkinan.

Diketahui bahwa Inggris bergabung dengan Uni Eropa sejak tahun 1973 dan secara resmi mengundurkan diri pada 31 Januari lalu, dan sejak saat itu Inggris berada dalam masa transisi di mana peraturan perdagangan, perjalanan dan bisnis tetap tidak berubah.

Jika terjadi kegagalan dalam mencapai kesepakatan mengenai perdagangan barang akan mengirimkan gelombang kejutan terhadap pasar keuangan, merugikan perekonomian Eropa, menggerogoti perbatasan dan menabur kekacauan di sepanjang rantai pasokan yang rumit yang membentang di seluruh Eropa dan sekitarnya.

Menteri Senior Inggris Michael Gove pada hari Kamis menempatkan peluang untuk mendapatkan kesepakatan kurang dari 50%, dan dirinya juga mengatakan bahwa pembicaraan berpotensi berlanjut sampai dengan seusai libur Natal.(WD)

Related posts