BCC: Outlook Bisnis Inggris Semakin ‘Suram’ Menjelang Brexit

Memudarnya ekspor dan memburuknya keuangan mendorong pandangan yang lebih suram untuk perusahaan-perusahaan Inggris dibulan lalu, terluka oleh perlambatan ekonomi global dan kekacauan politik di sekitar Brexit, sebuah survei yang dirilis pada hari Selasa.

Survei Ekonomi Triwulan, The British Chambers of Commerce’s (BCC) Inggris menunjukkan gambaran yang akrab tentang investasi mengalami pelemahan menjelang keberangkatan Inggris dari Uni Eropa, baik di sektor manufaktur dan jasa.

Inggris dijadwalkan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret tetapi Perdana Menteri Theresa May terpaksa meminta penundaan kepada UE setelah parlemen negara itu menolak untuk mendukung rencana keluar yang telah dinegosiasikan dengan Brussels.

Saat ini Brexit dijadwalkan akan berlangsung pada 12 April, kecuali May datang dengan pilihan lain.

BCC mengatakan pertumbuhan ekspor jasa, yang mencapai sekitar 45 persen dari total ekspor, melambat ke tingkat terlemah mereka sejak 2009.

Indeks arus kas perusahaan berubah negatif untuk pertama kalinya sejak 2012 dan niat investasi untuk perusahaan produsen dan jasa adalah yang terlemah dalam lebih dari delapan tahun.

Secara keseluruhan, laporan BCC menambah serangkaian data suram dari bisnis di depan Brexit, meskipun pengeluaran konsumen yang solid dan pasar tenaga kerja yang kuat.

“Temuan kami harus menjadi peringatan yang jelas bahwa kebuntuan yang sedang berlangsung di Westminster berkontribusi terhadap pelambatan tajam dalam ekonomi riil di Inggris. Bisnis sedang menginjak rem keras,” kata direktur jenderal BCC Adam Marshall.

Survei BCC, dilakukan pada lebih dari 7.000 perusahaan antara tanggal 18 Februari dan 11 Maret.

Related posts