Beijing Akan Menurunkan Tarif Terhadap Sejumlah Produk

Pemerintah Beijing dikabarkan akan menurunkan tarif produk mulai dari daging babi beku dan buah alpukat hingga beberapa produk jenis semikonduktor di tahun depan, seiring mereka tengah berupaya untuk meningkatkan impor di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Cina serta kondisi iklim perdagangan global yang mendapat imbas dari perang dagang dengan AS.

Kementerian Keuangan mengatakan bahwa tahun depan rencananya Cina akan menerapkan tarif impor sementara, yang lebih rendah dari sejumlah produk yang paling diminati, kurang lebih sekitar 850 produk. Jumlah tersebut lebih banyak dari 706 produk yang dikenakan pajak dengan tarif sementara di tahun ini.

Perubahan tarif tersebut dibuat sebagai langkah untuk meningkatkan impor untuk produk yang tengah menghadapi kondisi relatif kekurangan persediaan di dalam negeri, atau barang khusu dari luar negeri untuk dikonsumsi sehari-hari.

Cina dan AS telah berhasil meredakan ketegangan akibat perang dagang diantara keduanya dengan mengumumkan kesepakatan perjanjian fase pertama yang akan mengurangi sejumlah kebijakan tarif AS sebagai imbalan terhadap Cina atas rencana pembelian yang lebih banyak terhadap produk pertanian AS dan sejumlah barang lainnya.

Kementerian keuangan mengatakan tingkat tarif untuk daging babi beku akan dipotong menjadi 8% dari kewajiban negara sebesar 12%, karena China berupaya untuk menutup celah pasokan yang besar setelah penyakit babi yang menjadi wabah sejak bulan Agustus tahun lalu, sehingga telah hampir mengurangi separuh kawanan babi di Cina, sehingga melambungkan harga daging babi ke rekor tertingginya.

Beijing telah mengeluarkan serangkaian langkah untuk mendorong produksi babi, sementara di satu sisi meningkatkan impor berbagai daging untuk memenuhi permintaan domestik.

Selain itu Cina juga akan menurunkan tarif impor sementara untuk Ferroniobium, yang biasa digunakan sebagai zat aditif untuk perpaduan high strength low alloy steel dan stainless steel yang dipergunakan untuk jaringan pipa minyak dan gas, mobil serta truk, dari sebelumnya sebesar 1% menjadi nol persen di tahun 2020 mendatang, guna mendukung pengembangan teknologi tinggi. Selama 2018 lalu, Cina telah menghasilkan ferroniobium sebanyak 35,909 ton dan mampu menghasilkan sebanyak 37,818 ton hanya dalam kurun waktu 10 bulan pertama di tahun ini.

Dalam hampir 30 tahun terakhir ekonomi Cina tumbuh dalam laju terlemahnya dan sepertinya masih mampu untuk menghadapi tekanan yang lebih rendah di tahun depan, namun demikian pemerintah tetap berjanji untuk menjaga laju pertumbuhan dalam kisaran yang wajar di tahun depan serta menjaga kebijakan yang berwawasan ke depan dan efektif.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan China telah setuju untuk membeli barang dan jasa AS senilai $200 miliar selama dua tahun ke depan sebagai bagian dari pakta perdagangan tahap pertama yang akan ditandatangani pada awal Januari mendatang.

Pihak Beijing sendiri mengatakan bahwa peningkatan pembelian tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan warga Cina, seiring negara tersebut yang telah membuka pasarnya lebih jauh ke perdagangan global. Untuk produk semikonduktor mulit komponen, juga akan dipangkas menjadi nol persen.

Lebih lanjut Kemennterian menambahkan bahwa pemerintah akan menurunkan tarif impor terhadap sejumlah produk teknologi informasi yang paling disukai.(WD)

Related posts