Beijing Siap Melemahkan Yuan Untuk Mendukung Eksportir

Pemerintah Cina menyatakan siap untuk membiarkan nilai tukar Yuan melemah untuk mendukung laju ekspornya. Para ahli menilai bahwa langkah ini diambil oleh Cina menyusul ketegangan sektor perdagangan global yang semakin ketat. Kebijakan PBOC’s terhadap pergerakan mata uangnya tengah berada di level yang menyulitkan. Prospek nilai tukar Yuan pada akhirnya sangat tergantung kepada pemerintahan Trump, apakah akan sedikit melunak terhadap ancamannya terhadap tarif impor dari Cina senilai $200 milliar atau Trump tetap pada pendiriannya guna menjalankan agenda America First-nya.

Nilai tukar Yuan telah turun selama 11 minggu berturut-turut hingga 24 Agustus lalu, yang mana ini mencatat rekor penurunan beruntun yang memberikan gambaran dijalankannya kebijakan moneter yang lebih longgar oleh bank sentral Cina, seiring tidak menentunya pembicaraan perdagangan AS-Cina serta ditambah oleh solidnya performa Dollar akhir-akhir ini.

Berdasarkan hal tersebut pihak Beijing saat ini nampaknya akan menjalankan kembali langkah-langkah untuk menstabilkan mata uangnya, termasuk menggunakan metode penghitungan yang disebut faktor counter-cyclical yanng bertujuan untuk menjaga titik tengah harian Yuan tetap pada nilai yang relatif stabil. Pada intinya langkah ini dimaksudkan untuk mempertahankan mata uang dari serangan para spekulan pasar.

Teck Leng Tan, direktur dan analis valuta asing di UBS CIO Wealth Management, menilai bahwa tekanan yang mendasari pergerakan Yuan, selain ketegangan perdagangan AS-Cina, pertumbuhan yang lemah turut andil dalam menekan nilai tukar Yuan. Tan juga menyoroti upaya para pembuat kebijakan yang mencerminkan kebijakan yang bertoleransi terhadap penurunan mata uang, namun secara luas masih sejalan dengan pasar mata uang, sekaligus berupaya mengurangi spekulasi yang terjadi di pasar.(WD)

Related posts