BOE : Ketidakpastian Brexit Dapat Menyeret Inflasi Melaju Di Bawah Targetnya

Seperti yang telah diperkirakan secara luas, Komite Kebijakan Moneter (MPC) Bank of England yang beranggotakan sembilang orang, telah memutuskan dengan suara bulan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah di kisaran 0.75% pada hari Kamis kemarin, dengan prospek ekonomi Inggris yang dinilai sangat tidak pasti menjelang 100 hari kedepan di saat Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Bank sentral Inggris memperingatkan bahwa ketidakpastian Brexit telah mengalami peningkatan yang pesat selama sebulan terakhir, serta ditambah dengan penurunan harga minyak yang kemungkinan akan menyeret inflasi di bawah target 2% dalam waktu dekat.

Para pembuat kebijakan BOE telah merevisi perkiraan mereka untuk pertumbuhan ekonomi dalam tiga bulan terakhir di tahun ini menjadi 0.2% dari 0.3%., sembari menambahkan bahwa kemungkinan angka yang sama akan tercatat di kuartal pertama tahun depan. Selain itu bank sentral juga menegaskan pandangannya mengenai suku bunga acuan yang bisa bergerak di kedua arah pasca Brexit, tergantung bagaimana kondisi laju inflasi dan pertumbuhan setelah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Dengan hanya menyisakan 99 hari hingga pelaksanaan Brexit secara resmi, perpecahan yang terjadi di dalam parlemen telah meningkatkan peluang bagi negera ekonomi terbesar kelima dunia tersebut untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan apapun. Pada awal bulan ini PM Theresa May mengakui bahwa anggota parlemen kemungkinan besar akan menentangnya.

Namun demikian May telah berulangkali bersikeras jika kesepakatannya ditolak, maka Inggris dapat dipaksa untuk pergi tanpa adanya kesepakatan, yang mana ini merupakan pilihan yang ditakuti oleh para pemimpin bisnis dalam skala besar, atau bahkan proses Brexit dapat dibatalkan sama sekali.(WD)

Related posts