BoE Mempertahankan Suku Bunga Dan Memangkas Perkiraan GDP

Meskipun dua anggota komite dewan kebijakan Bank of England menginginkan adanya pemangkasan suku bunga, namun tujuh anggota lainnya memutuskan untuk tetap mempertahankan, sehingga bank sentral Inggris tetap mempertahankan suku bunga stabil di kisaran 0.75%.

Selain itu Bank of England juga tetap mempertahankan sikap dovish mereka seperti yang telah ditunjukkan pasca pertemuan kebijakan sebelumnya.

Dalam pernyataannya pasca keputusan suku bunga pada hari ini waktu London, bank sentral menyatakan bahwa jika pertumbuhan global gagal untuk menstabilkan atau jika ketidakpastian Brexit tetap besar, maka kebijakan moneter kemungkinan perlu memperkuat pemulihan yang diharapkan dari AS.

Sementara itu perkiraan untuk pertumbuhan gross domestic product Inggris di kuartal keempat tahun ini dipangkas menjadi +0.1% dari perkiraan sebelumnya di bulan November sebesar +0.2%, yang memberikan cerminan melemahnya kondisi ekonomi yang ditunjukkan dalam data terakhir.

Dalam pernyataan disebutkan bahwa tingkat konsumsi sektor rumah tangga terus mengalami pertumbuhan dengan mantap, namun investasi bisnis dan pesanan ekspor masih lemah, sementara pasar keuangan tetap sensitif terhadap perkembangan kebijakan domestik.

Monetary Policy Committee juga memilih dengan suara untuk mempertahankan skema pembelian asetnya, yang mana saat ini senilai £435 milliar atau setara dengan $569.62 milliar dari dari aset hutang pemerintah dan £10 milliar dari obligasi korporasi.

Diluar itu semua, dua orang pembuat kebijakan Bank of England, Jonathan Haskel dan Michael Saunders memilih untuk memangkas suku bunga utama menjadi 0.5%, seperti yang terjadi di bulan November.

Sedangkan terkait perang perdagangan antara AS dan Cina, Bank of England mengatakan bahwa penurunan sebagian tensi dari perang perdagangan antar dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut, telah memberikan sejumlah dukungan tambahan bagi prospek ekonomi Inggris, namun mereka tetap menyoroti timbulnya tanda-tanda pelonggaran berkelanjutan dari pasar tenaga kerja Inggris yang berpotensi memberikan hambatan lain bagi ekonomi negara tersebut.

Seperti diketahui bahwa Gubernur Bank of England, Mark carney dijadwalkan mundur pada akhir Januari tahun depan setelah memimpin lembaga keuangan tersebut selama tujuh tahun, namun hingga kini Perdana Menteri Boris Johnson belum menunjuk seorang pengganti untuk menduduki jabatan sebagai gubernur bank sentral.(WD)

Related posts