BOE Rilis Outlook Terlemah Sejak 2009 Karena Isu Brexit

Bank of England (BOE) mengatakan Inggris menghadapi pertumbuhan ekonomi terlemahnya dalam 10 tahun pada tahun 2019. Disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian Brexit dan perlambatan global, tetapi tetap berpegang pada pesannya bahwa suku bunga akan naik, jika kesepakatan Brexit dilakukan.

Sementara bank-bank sentral lain mengatakan mereka akan menahan diri dari menaikkan biaya pinjaman, BoE menyatakan kembali bahwa secara bertahap dan terbatas akan menaikkan suku bunga untuk ekonomi terbesar kelima di dunia itu, selama Brexit No Deal yang hanya dalam waktu 50 hari lagi dapat dihindari.

“Pertumbuhan ekonomi Inggris melambat pada akhir 2018 dan tampaknya telah melemah lebih lanjut pada awal 2019,” kata para pembuat kebijakan Bank setelah mereka melakukan voting untuk mempertahankan suku bunga di 0,75 persen, seperti yang diharapkan para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

“Perlambatan ini terutama mencerminkan aktivitas yang lebih moderat di luar negeri dan efek yang lebih besar dari ketidakpastian Brexit di dalam negeri.”

Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 29 Maret, tetapi Perdana Menteri Theresa May berusaha untuk mendapatkan lebih banyak konsesi dari blok (Uni Eropa) dalam upaya untuk mendapatkan suara Partai Konservatif yang terpecah di belakang rencananya.

BoE sebelumnya mengatakan skenario terburuk Brexit, tanpa kesepakatan untuk masa transisi dan hilangnya kepercayaan di Inggris di antara investor asing, dapat memukul perekonomian lebih dalam daripada krisis keuangan global.

Bank sentral pada hari Kamis ini menurunkan tajam outlook pertumbuhan ekonomi 2019 menjadi 1,2 persen dari perkiraan sebelumnya 1,7 persen, yang dibuat baru-baru ini pada November.

Itu mewakili pemangkasan terbesar dalam outlook sejak periode setelah referendum Brexit 2016 dan menempatkan Inggris di jalur pertumbuhan ekonomi terlemahnya dalam 10 tahun sejak krisis keuangan global.

BoE melihat penurunan tahun ini dalam investasi bisnis dan pembangunan rumah, yang telah lemah menjelang Brexit, serta separuh dari tingkat pertumbuhan ekspor, mencerminkan perlambatan global.

Untuk tahun 2020, prospek pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan juga dipangkas menjadi 1,5 persen dari 1,7 persen sebelum naik ke 1,9 persen yang lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya pada tahun 2021.

Prospek pertumbuhan yang lebih lemah datang bahkan ketika Bank mengakui bahwa investor telah mengurangi harapan mereka tentang seberapa besar tingkat suku bunga akan naik, faktor kunci yang menopang outlooknya sendiri.

Related posts