BoE’s Saunders : Suku Bunga Negatif Menjadi Pilihan BoE

Michael Saunders selaku salah seorang anggota pembuat kebijakan dari Bank of England mengatakan bahwa suku bunga negatif kemungkinan segera menjadi alat kebijakan terbaik untuk bank sentral tersebut, sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan prospek pengangguran yang membutuhkan waktu lama untuk dapat kembali ke level sebelum terjadinya pandemi.

Pada awal bulan ini pihak BoE telah memberi waktu selama enam bulan bagi bank-bank di Inggris untuk mempersiapkan keputusan apapun yang akan diambil BoE untuk menurunkan suku bunga di bawah nol, yang mana kebijakan tersebut saat ini dipandang oleh para ekonom sebagai prospek yang jauh, mengingat kemungkinan pemuluhan yang lebih cepat pada periode paruh kedua tahun ini.

Sebagai salah seorang dari sembilan anggota Monetary Policy Committee Bank of England, Saunders sempat menyampaikan di bulan Desember lalu bahwa dirinya melihat adanya ruang untuk biaya pinjaman pada kisaran sedikit dibawah nol, dan pada hari ini beliau mengatakan bahwa suku bunga negatif bisa menjadi alat kebijakan pilihan bank sentral dalam kondisi tertentu.

Beliau menyampaikan kepada lembaga think tank Resolution Foundation bahwasanya jika pihaknya ingin menurunkan kurva imbal hasil dari level saat ini, maka suku bunga yang lebih rendah kemungkinan merupakan pilihan yang tepat.

Sementara itu Deputi Gubernur Bank of England Dave Ramsden pada hari Rabu kemarin telah menyampaikan bahwa pembelian obligasi akan tetap menjadi pilihannya jika ekonomi Inggris membutuhkan lebih banyak dukungan moneter.

Menanggapi hal tersebut Saunder menilai bahwa dengan membeli lebih banyak aset obligasi maka ini bisa saja menjadi pilihan yang tepat jika BoE menghadapi gejolak pasar seperti pada awal terjadinya pandemi di bulan Maret tahun lalu, dan perubahan pada Term Funding Scheme untuk sektor perbankan akan menjadi pendekatan terbaiknya jika usaha skala kecil menghadapi masalah kredit.

Diketahui bahwa Inggris telah meluncurkan vaksin Covid-19 lebih cepat dibandingkan negara-negara Eropa lainnya, yang mana ini membawa prospek pencabutan sebagian besar kebijakan pembatasan Covid-19, sehingga para ekonom menilai bahwa laju inflasi akan melebihi target 2% dari Bank of England di akhir tahun ini.

Namun demikian Saunders yang sebelumnya telah menyatakan sikap hati-hatinya terhadap laju pemulihan, mengatakan bahwa pelemahan di pasar tenaga kerja saat ini mengandung risiko dalam menempatkan tekanan jangka panjang terhadap inflasi.

Data pengangguran resmi di Inggris tercatat di angka 5.0% dalam periode tiga bulan hingga November lalu, dan pihak bank sentral memperkirakan akan ada kenaikan menjadi 8% jika langkah-langkah dukungan bagi pekerjaan dari pemerintah berakhir seperti yang telah direncanakan di akhir bulan April mendatang.

Lebih lanjut Saunder mengatakan bahwa jenis tingkat pengangguran yang dihadapi oleh Inggris di periode pra-pandemi adalah hal yang harus menjadi panduan bagi pihaknya sebagai target jangka pendek dan selama tingkat pengangguran masih berada di level tersebut maka beliau menilai bahwa langkah pemulihan belum lengkap.

Bank of England memperkirakan ekonomi Inggris akan kembali ke ukurannya sebelum terjadinya krisis di awal tahun depan, yang mana ini lebih cepat dari perkiraan mayoritas ekonom, namun tingkat pengangguran dinilai membutuhkan waktu bertahun-tahun lebih lama untuk kembali ke tingkat sebelum terjadinya krisis virus corona.(WD)

Related posts