Header Ads

BoJ Akan Memangkas Perkiraan Ekonomi

Harian Nikkei melaporkan bahwa Bank of Japan nampaknya akan mempertimbangkan untuk memangkas perkiraan ekonominya di tahun fiskal saat ini, yang berakhir di bulan Maret mendatang, seiring laju konsumsi yang mengalami pukulan akibat kondisi darurat yang ddisebabkan oleh pandemi virus corona.

Meski bagaimanapun kondisinya bank sentral Jepang dinilai kemungkinan akan merevisi laju perkiraan pertumbuhan di tahun berikutnya, yang akan disampaikan pada tinjauan proyeksi triwulanan di pekan depan.

Untuk proyeksi saat ini, yang dirilis pada bulan Oktober tahun lalu, Bank of Japan memperkirakan bahwa ekonomi akan tumbuh sekitar 3.6% di tahun fiskal berikutnya, menyusul perkiraan terjadinya kontraksi sebesar 5.5% di tahun ini.

Sementara itu sebuah sumber lain mengatakan kepada Reuters bahwa kondisi darurat saat ini dinilai akan mendatangkan kerugian bagi laju pengeluaran, dan Bank of Japan mengharapkan laju ekspor yang kuat serta dorongan untuk laju pertumbuhan dari diterbitkannya paket stimulus pemerintah guna meredakan sejumlah kesulitan di tahun yang dimulai pada bulan April mendatang.

Dengan demikian bahwa pejabat bank sentral Jepang yang bersikap hati-hati mengenai peningkatan stimulus pada tinjauan suku bunga di pekan depan, karena langkah-langkah untuk meningkatkan laju permintaan akan sangat bertentangan dengan upaya pemerintah untuk membuat para warga Jepang tetap tinggal di rumah.

Sebelumnya pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat terbatas di Tokyo dan tiga prefektur sekitarnya di pekan lalu, yang mana ini dilakukan untuk membendung laju penyebaran virus corona.

Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang kebijakan pembatasan di luar Tokyo, menyusul infeksi yang terus mengalami peningkatan sehingga memicu kekhawatiran terjadinya resesi ganda di negara ekonomi terbesar ketiga dunia tersebut.(WD)

Related posts