Header Ads

BoJ Diperkirakan Akan Memangkas Perkiraan Ekonomi

Sebuah sumber yang mempunyai kedekatan dengan Bank of Japan, mengatakan bahwa bank sentral tersebut diperkirakan akan memangkas perkiraan ekonomi Jepang serta menurunkan harga tahun fiskal ini, yang mana ini akan dilakukan saat mereka merilis proyeksi kuartalan terbaru pada rapat tinjauan suku bunga di pekan depan.

Penurunan peringkat ini dinilai tidak akan mungkin memicu ekspansi yang lebih cepat dari penerapan kebijakan stimulus moneter, karena pihak BoJ akan mempertahankan skenario bahwa Jepang akan menuju pemulihan secara moderat.

Sumber tersebut juga menambahkan bahwa hal ini akan menunjukkan proyeksi yang agak lemah dibandingkan tiga bulan sebelumnya, terkait pandangan yang disuarakan oleh dua sumber lain sebelumnya.

Disebutkan bahwa alasan utama untuk revisi penurunan dalam pertumbuhan adalah kemerosotan ekonomi yang lebih besar dari perkiraan di periode April-Juni serta lemahnya konsumsi selama musim panas.

Dalam proyeksi saat ini yang dibuat pada bulan Juli lalu, pihak Bank of Japan memperkirakan ekonomi akan berkontraksi 4.7% pada tahun fiskal saat ini yang berakhir Maret 2021.

Hasil perkiraan ini masih menunjukkan perkiraan yang lebih optimis dibandingkan proyeksi penurunan hingga sebesar 6.0% dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters pada bulan ini.

Perkiraan yang dirilis oleh Bank of Japan pada bulan Juli lalu telah dikompilasi sebelum dirilisnya data yang menunjukkan menyusutnya ekonomi Jepang hingga 28.1% di tingkat tahunan pada periode April-Juni, yang merupakan kemerosotan terburuknya pasca Perang Dunia II.

Sumber tersebut juga menyampaikan bahwa dewan kebijakan bank sentral Jepang yang beranggotakan sembilan orang ini, nampaknya terlihat sedikit memangkas perkiraan inflasi untuk tahun fiskal saat ini, yang sebagian besar diakibatkan oleh kampanye dari pemerintah dalam menawarkan diskon untuk perjalanan domestik.

Saat ini pihak bank sentral Jepang memproyeksikan untuk harga konsumen inti akan mengalami penurunan hingga 0.5% di tahun fiskal ini.(WD)

Related posts