BoJ Meminta Sektor Perbankan Mempersiapkan Diri Untuk Wabah Virus

Penyebaran virus corona yang semakin cepat dan luas telah mendorong Bank of Japan untuk meminta kesiapan dari bank-bank besar dalam menghadapi penyebaran wabah yang semakin memburuk.

Adapun salah satu permintaan dari bank sentral adalah supaya lembaga pemberi pinjaman memiliki rencana darurat yang melibatkan lokasi kantor yang berbeda yang akan mencegah gangguan pada tugas-tugas utama seperti operasi yang berkaitan dengan pasar.

Risiko terhadap sistem perbankan mulai menjadi fokus pada hari Kamis, ketika Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. menjadi bank besar pertama yang melaporkan infeksi di negara tersebut.

Saat ini sejumlah bank-bank besar di Jepang telah mengizinkan para karyawannya untuk bekerja dari rumah atau bekerja secara bergiliran guna menghindari transportasi kereta yang penuh sesak, yang berpotensi meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi virus tersebut.

Beberapa perusahaan di luar sektor keuangan telah melangkah lebih jauh, seiring raksasa Dentsu Group Inc yang memerintahkan para staf mereka untuk bekerja dari rumah setelah salah seorang pekerja dinyatakan positif terkena virus corona.

Sebelumnya pihak MUFG mengatakan bahwa seorang karyawan di sebuah cabang di Prefektur Aichi dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil setelah ditemukan memiliki virus corona baru minggu ini.

Perusahaan pemberi pinjaman yang berbasis di Tokyo ini mengatakan bahwa mereka telah mendisinfeksi outlet mereka serta memutuskan untuk tetap membukanya setelah berkonsultasi dengan otoritas kesehatan Jepang.

Kekhawatiran tentang penyakit ini juga meningkat di distrik keuangan Tokyo setelah pengembang Mitsubishi Estate Co mengatakan pada hari Rabu bahwa orang yang terinfeksi telah mengunjungi Gedung Shin-Marunouchi, yang merupakan kantor dari Mitsubishi Estate Co.

Perdana Menteri Shinzo Abe telah menyerukan acara olahraga dan budaya besar dibatalkan, ditunda atau diperkecil selama dua minggu ke depan untuk mencegah penyebaran virus. Jepang memiliki 186 kasus yang dikonfirmasi sejauh ini.

Sumitomo Mitsui Banking Corp juga mendesak para staf mereka untuk berlibur dan bekerja dari rumah. Sebagai lembaga pemberi pinjaman terbesar di Jepang, MUFG telah membatasi pertemuan eksternal dalam skala besar dan meminta para pekerjanya untuk menghindari acara makan bersama para klien.

Sedangkan perusahaan pialang seperti Daiwa Securities Group Inc telah membatalkan seminar untuk para pelanggan mereka, sementara Nomura Holdings Inc sebagai perusahaan sekuritas terbesar di negara tersebut, telah membatasi perjalanan yang tidak penting ke negara-negara tujuan yang tengah dilanda oleh virus corona.(WD)

Related posts