BoJ Summary: Bank Sentral Bersiap Menghadapi Masalah Ekonomi Yang Lebih Dalam

Pandemi virus corona dapat menjerumuskan Jepang ke dalam kemorosotan ekonomi yang berkepanjangan, para pembuat kebijakan Bank of Japan memperingatkan ketika mereka melonggarkan kebijakan moneter pekan lalu, dengan satu anggota menandai peluang lebih banyak stimulus, sebuah ringkasan dari debat mereka pada pertemuan dibulan Maret yang dirilis pada hari Rabu.

BoJ memperluas stimulus moneter dalam pertemuan kebijakan yang tidak dijadwalkan pada 16 Maret untuk meredakan ketegangan pendanaan perusahaan dan menenangkan pasar keuangan yang tersentak oleh krisis kesehatan.

Ringkasan pendapat yang diungkapkan pada tinjauan pada pekan lalu menunjukkan keprihatinan mendalam yang dibagi di antara sembilan anggota dewan atas tekanan besar yang dapat ditimbulkan oleh wabah virus terhadap ekonomi, yang sudah terhuyung-huyung akibat kenaikan pajak penjualan tahun lalu.

“Ekonomi Jepang dapat terus mengalami stagnasi bahkan setelah ekonomi luar negeri pulih, karena dampak virusnya bisa sangat besar,” kata salah seorang anggota dewan.

“Saya ragu dengan pandangan bahwa ekonomi Jepang akan melakukan rebound yang kuat begitu wabah virus masih kuat ,” pendapat lain dalam ringkasan itu menunjukkan.

Salah satu anggota dewan mengatakan BOJ dapat terus menanggapi risiko secara fleksibel, seperti dengan mengadakan pertemuan kebijakan darurat lainnya dan meningkatkan pembelian obligasi pemerintah, karena kekhawatiran resesi meningkat, ringkasan menunjukkan.

Pembatasan perjalanan global, pembatalan acara, dan gangguan rantai pasokan telah meningkatkan kemungkinan Jepang akan tergelincir ke dalam resesi, membuat para pembuat kebijakan di bawah tekanan untuk menerapkan langkah-langkah stimulus fiskal dan moneter yang besar.

Dengan pelonggaran moneter dibulan Maret dimaksudkan sebagai langkah stop-gap untuk mengatasi ketegangan langsung di pasar, BoJ akan lebih fokus pada bagaimana mengatasi kejatuhan ekonomi dari virus ketika pertemuan berikutnya untuk tinjauan suku bunga pada 27-28 April.

Sementara itu, pihak pemerintah sedang mengerjakan stimulus yang akan melibatkan pengeluaran setidaknya $ 137 miliar. BOJ juga siap untuk memperluas stimulus lagi pada bulan April jika pandemi menyebabkan pemotongan pekerjaan dan belanja modal yang cukup besar untuk menggagalkan prospek pemulihan ekonomi, sumber mengatakan kepada Reuters.

Related posts