BoK: Inflasi Dan Pertumbuhan Kerja Yang Lemah Menjadi Hambatan Pengetatan Kebijakan

Kepala bank sentral Korea Selatan mengatakan konflik perdagangan AS-China, serta inflasi dan pasar kerja yang lemah menjadi hambatan untuk pengetatan kebijakan moneter.

“Tidak ada perubahan dalam sikap bahwa tingkat pelonggaran kebijakan moneter perlu disesuaikan mengingat ketidakseimbangan keuangan yang terakumulasi dan situasi ekonomi makro,” kata Gubernur Lee Ju-yeol kepada wartawan pada hari Kamis.

“Konflik perdagangan antara AS dan China yang diluar dugaan semakin memburuk, sementara inflasi dan situasi pasar kerja yang rendah tidak tepat untuk menaikkan suku bunga,” kata Lee.

Lee mengambil pertanyaan dari wartawan setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar seperempat persentase poin menjadi 2.25 persen.

BOK mempertahankan kebijakannya suku bunga stabil pada level 1.50 persen dalam voting 6-1 pada akhir bulan lalu, mengutip keraguan tentang pemulihan pasar kerja dan tekanan inflasi yang lemah.

Related posts