Header Ads

BoK Kembali Mempertahankan Suku Bunga Menghadapi Tantangan Perdagangan

Bank sentral Korea Selatan kembali mempertahankan kebijakan moneter untuk ketujuh kalinya dalam pertemuan kebijakan secara berturut-turut pada hari Kamis, karena dinilai tanda-tanda baru kelembutan dalam ekonomi dan potensi kejatuhan dari gesekan perdagangan global.

Bank of Korea memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tujuh hari pembelian kembali dilevel 1.50 persen, seperti yang diperkirakan oleh 14 dari 21 ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Pertumbuhan ekspor yang macet dan kekhawatiran secara terus-menerus tentang pasar pekerjaan mengurangi ekspektasi pasar sebelumnya untuk kemungkinan kenaikan suku bunga bulan ini.

Namun, mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan seperempat poin menjadi 1.75 persen pada pertemuan bank berikutnya dibulan November.

Gubernur BOK Lee Ju-yeol sebelumnya telah mengakui bahwa bank perlu mengatasi peningkatan ketidakseimbangan keuangan dari tahun-tahun stimulus darurat yang dirilis antara 2012 hingga 2017.

Pada tanggal 4 Oktober lalu, Lee memperingatkan prospek pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 dapat diturunkan dari perkiraan saat ini 2.9 persen dan kekhawatiran tentang meningkatnya utang rumah tangga dan kebutuhan untuk menyesuaikan kebijakan yang sesuai.

Perang perdagangan tit-for-tat yang dipercepat antara Beijing dan Washington juga membuat sektor ekspor Korea Selatan rentan dengan ekdpor turun 8.2 persen pada bulan September dari tahun sebelumnya, penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Pasar tenaga kerja Korea Selatan pulih sedikit dari bulan sebelumnya dengan tingkat pengangguran turun ke 4.0 persen pada September dari 4.2 persen dalam jangka waktu yang disesuaikan secara musiman, tetapi laporan pemerintah menunjukkan produsen dan pengecer masih kehilangan pekerjaan menyusul kenaikan upah minimum.

“Perbedaan suku bunga kebijakan dan utang rumah tangga, serta melonjaknya harga rumah adalah risiko terhadap stabilitas keuangan. Bank akan perlu menaikkan suku bunga dalam tahun ini untuk mengatasi ini,” kata Yoon Yeo-sam, seorang analis di Meritz Securities mengatakan sebelum keputusan kebijakan.

Related posts