BRC : Konsumen Inggris Menahan Laju Pengeluaran Bulan November

Para konsumen Inggris menahan laju pengeluaran mereka di bulan lalu, namun tidak termasuk distorsi yang disebabkan oleh musim belanja Black Friday, di tengah meredanya kekhawatiran terhadap permasalahan Brexit.

Lembaga British Retail Consortium merilis hasil survey yang menunjukkan total belanja ritel di Inggris anjlok sebesar 4.4%, dari periode yang sama di tahun 2018 lalu. Jika disesuaikan dengan periode menjelang musim belanja Natal yang sudah dekat, ukuran penjualan ritel di bulan November lalu, mencerminkan angka yang lebih baik bagi para pengecer.

Laju penjualan yang disesuaikan mencatat kenaikan 0.9% di tingkat tahunan, yang merupakan kenaikan terbesar sejak Januari, terlepas dari periode April saat libur Paskah yang memberikan peningkatan terkait penjualan.

Sektor konsumen Inggris yang didukung oleh kenaikan upah dan laju inflasi yang rendah, telah memberikan bantuan bagi ekonomi negara tersebut sejak adanya referendum Brexit di 2016 lalu, sehingga mampu mengimbangi pemangkasan laju investasi oleh sebagian besar perusahaan.

Namun demikian masih ada sejumlah tanda bahwa para pembeli telah berubah sikap menjadi lebih berhati-hati, mengingat kurang jelasnya pelaksanaan keluarnya Inggris dari Uni Eropa serta belum terlihatnya hasil pemilihan nasional yang akan diadakan pada 12 Desember mendatang.

Terkait akan hal ini CEO dari British Retail Consortium, Helen Dickinson mengatakan bahwa laju pertumbuhan di bulan November terlihat lebih kuat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, dan konsumen bersedia untuk menghabiskan pengeluarannya pasca meredanya risiko Brexit tanpa kesepakatan.

Lebih lanjut Dickinson menyampaikan bahwa jika pemerintah berikutnya ingin melihat sektor belanja ritel tetap dalam kondisi yang sehat di 2020 mendatang, maka sangat penting artinya jika mereka mampu secepatnya mengklarifikasi hubungan Inggris dengan Uni Eropa di masa depan.

Untuk term like-for-like, yang menghapus perubahan dalam ruang ritel, laju penjualan mencatat kenaikan 0.4% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Sementara sebuah survey terpisah yang dilakukan oleh perusahaan kartu kredit, Barclaycard justru memberikan gambaran yang kurang optimis mengenai laju pengeluaran konsumen yang lebih luas. Disebutkan bahwa laju belanja naik 0.9% di bulan November, melambat dari pertumbuhan sebesar 1.5% di bulan Oktober, tanpa adanya perubahan pengeluaran untuk kebutuhan pokok dan untuk kebutuhan non-esensial mencatat kenaikan 1.3%.

Pada pekan lalu Confederation of British Industry mengatakan bahwa para pengecer memiliki laju penjualan yang lebih baik dari perkiraan di bulan November dan akan mencatat hasil yang lebih optimis di bulan Desember.(WD)

Related posts