Brexit Yang Semakin Tidak Pasti Menekan Manufaktur Inggris

Ketidakpastian mengenai Brexit yang mulai meningkat di awal tahun ini, telah memberikan tekanan bagi penurunan tajam di sektor manufaktur Inggris dalam hampir tiga tahun terakhir, seiring nyaris terhentinya laju pesanan baru, yang mengindikasikan buruknya pertumbuhan ekonomi Inggris di periode kuartal kedua.

IHS Markit/CIPS UK Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI), dilaporkan turun ke angka 49.4 dari 53.1 di bulan April, yang merupakan level terendahnya sejak Juli 2016, dan lebih buruk dari semua perkiraan dalam jajak pendapat Reuters yang menyuarakan penurunan menjadi 52.0.

Dalam sebuah survei disebutkan bahwa pesanan ekspor turun dalam laju tercepatnya sejak Oktober 2014, yang memberikan cerminan bahwa imbas ketegangan perdagangan global dan sektor bisnis Eropa, yang mengalihkan rantai pasokan dari Inggris karena ketidakpastian Brexit. Sementara sebuah survei terpisah yang dilakukan oleh organisasi manufaktur, Make UK yang menunjukkan bahwa banyak pelanggan UE meninggalkan pasar Inggris.

Pada awal tahun 2019 ini, ekonomi Inggris mengalami peningkatan, dibantu oleh kenaikan terbesar dalam output pabrik dalam 20 tahun, di saat perusahaan berlomba untuk menimbun barang untuk menghindari gangguan terhadap rantai pasokan menjelang batas waktu awal Brexit di akhir Maret lalu. Akan tetapi ditundanya kepergian Inggris dari Uni Eropa hingga 31 Oktober mendatan, maka dorongan dari penimbunan akan mereda, dan dinilai akan mampu menempatkan manufaktur di jalur penurunan barunya.

Pabrik-pabrik Inggris memangkas pekerjaan untuk bulan Mei dan mencatat penurunan jumlah pekerjaan dalam laju tercepatnya dalam enam tahun, yang menggambarkan buruknya hasil produksi. Ekonom IHS Markit Rob Dobson mengatakan bahwa penurunan sektor manufaktur saat ini mungkin akan terus berlanjut dan memiliki konsekuensi negatif bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih luas di beberapa bulan mendatang.

Namun demikian produsen masih memiliki nada yang lebih optimis untuk jangka panjang karena ekspektasi untuk output di masa mendatang hingga mencapai level tertingginya dalam delapan bulan, yang mengacu kepada harapan bahwa kekhawatiran terkait Brexit dan perdagangan global akan mereda.(WD)

Related posts