Bullard : Ekonomi AS Masih Akan Menyerap Pergeseran Kebijakan The Fed

Lebih dari setahun yang lalu Presiden Federal Reserve of St Louis, James Bullard menyatakan kekhawatirannya yang semakin meningkat terhadap pasar obligasi AS, dimana kondisi suku bunga bank sentral AS telah menyebabkan para investor kehilangan kepercayaan mereka terhadap laju pertumbuhan ekonomi, sehingga saat itu sangat berisiko bagi The Fed untuk meningkatkan suku bunganya.

Saat memasuki tahun 2020 ini, antara sekurita Treasury jangka pendek dan jangka panjang yang diawasi secara ketat, belum terlihat dalam kondisi yang sehat. Namun dengan terjadinya turbulensi pasar selama berbulan-bulan terakhir dan dengan tiga kali pemangkasan suku bunga di tahun lalu,

Bullard mengatakan bahwa dirinya siap untuk mundur sembari membiarkan kebijakan saat ini berlangsung selama satu tahun dan akan melihat apa yang terjadi kedepannya.

Dalam wawancaranya dengan Reuters, Bullard menyampaikan bahwa kebijakan pihaknya telah berkurang secara substansial selama tahun lalu dan hal ini masih akan berlaku di tahun ini. Terkait penandatanganan kesepakatan dagang fase pertama antara AS dan Cina, Bullard juga menyampaikan bahwa harus dilihat seberapa besar dampak yang dimiliki oleh ekonomi AS di sepanjang paruh ertama tahun ini, guna menentukan dimana kebijakan bank sentral akan berpijak.

Hal ini memberikan indikasi bagi The Fed untuk berhati-hati dalam menerapkan kebijakan kenaikan suku bunga dalam jumlah yang besar, yang mana sebagian besar disebabkan oleh kondisi pasar obligasi. Akan tetapi hal tersebut bisa saja menjadi indikasi lebih lanjut dari konsensus yang lebih luas terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang tidak berubah, dengan catatan saat pemilihan presiden AS tidak menyebabkan gejolak bagi pasar.

Sepanjang tahun lalu merupakan kondisi yang sulit bagi The Fed, seiring perang perdagangan global, tekanan dari Presiden Donald Trump terhadap bank sentral serta terpecahnya penilaian para pembuat kebijakan terhadap apa yang dibutuhkan oleh ekonomi AS.

Pada akhir tahun lalu para pejabat The Fed di seluruh spektrum sepakat bahwa mereka dapat menghentikan sementara pergerakan suku bunga lebih lanjut sampai terjadinya perubahan terhadap ekonomi. Setidaknya ini menjadi pengakuan dari mereka bahwa ekonomi AS masih akan menyerap pergeseran besar-besaran ke arah kebijakan moneter yang lebih longgar yang direkayasa The Fed pada tahun lalu, saat menurunkan tingkat suku bunganya ke kisaran saat ini antara 1.5% hingga 1.75%.

Kebijakan suku bunga telah menjadi perdebatan yang telah berlangsung lama, namun sejak musim gugur lalu para pembuat kebijakan menandai estimasi mereka mengenai suku bunga netral di jangka panjang yang menjadi sekitar setengah poin persentase, setelah melalui perhitungan terhadap laju inflasi.

Bullard berpikir bahwa tahun ini kemungkinan akan memiliki kejutan yang positif saat sektor bisnis melakukan penyesuaian kembali terhadap lingkungan perdagangan yang kurang dapat diprediksi, dan mulai meluncurkan strategi, metode serta rantai pasokan baru untuk mengatasinya.

Menurutnya pasar tenaga kerja yang ketat dapat mendorong investasi modal yang mampu meningkatkan produktifitas.

Jika ketidakpastian perdagangan mengalami peningkatan maka pertumbuhan AS kemungkinan akan melaju lebih cepat dibandingkan tahun lalu dan dinamika seperti itulah yang akan membawa ekonomi AS kembali ke kondisi inflasi yang lebih baik, yang mampu mencapai atau bahkan melebihi target inflasi 2% dari bank sentral.(WD)

Related posts