Header Ads

Bundesbank Akan Memangkas Proyeksi Pertumbuhan Jerman

Bank sentral Jerman, Bundesbank dikabarkan telah memangkas proyeksi pertumbuhan Jerman sebagai negara ekonomi terbesar Eropa, sekaligus menilai bahwa negara tersebut akan menderita akibat lemahnya permintaan sepanjang sisa tahun ini.

Saat ini Jerman dinilai menjadi hambatan terbesar bagi kawasan Eurozone, setelah selama bertahun-tahun mengambil peran sebagai negara lokomotif pertumbuhan Eropa, yang berpotensi menggagalkan pemulihan di Eurozone, akibat krisis panjang yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir, saat ini kondisi tersebut semakin diperparah dengan imbas negatif dari perang dagang AS-Cina.

Bundesbank memproyeksinya pertumbuhan Gross Domestic Product Jerman tahun ini hanya sebesar 0.6%, jauh dibawah perkiraan 1.6% pada bulan Desember lalu. Mereka juga mengharapkan adanya rebound pertumbuhan ekonomi di kisaran 1.2% di tahun depan, lebih rendah dari proyeksi pertumbuhan 1.6% untuk tahun 2020 mendatang.

Dalam laporan proyeksinya, Bundesbank mengatakan bahwa ekonomi Jerman saat ini mengalami masa colling down, yang mana hal ini terutama disebabkan oleh penurunan dalam laju aktifitas industri, dimana pertumbuhan ekspor yang lesu telah menjadi sebab utama dari perlambatan pertumbuhan di negara tersebut.

Bank sentral tersebut juga mengeluarkan peringatan bahwa untuk sementara mereka tidak mengharapkan terjadinya penurunan output dalam jangka waktu yang lebih panjang, meskipun tingkat risiko masih lebih condong ke arah hasil yang lebih negatif dibandingkan proyeksi yang ada.

Lebih jauh mereka menyatakan bahwa untuk pertumbuhan ekonomi berada di level yang lebih rendah, dan untuk tingkat inflasi saat ini, merupakan cerminan dari risiko penurunan yang mendominasi di tengah melambatnya pertumbuhan global.

Untuk laju inflasi di periode tahun ini, mereka memperkirakan sebesar 1.4%, namun jika mengingat bahwa laju pertumbuhan saat ini lebih lemah, maka potensi kenaikannya akan jauh lebih lambat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Inflasi di tahun 2020 mendatang diperkirakan akan tumbuh sebesar 1.5%, lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan 1.8% pada bulan Desember lalu dan masih dibawah target inflasi 2% dari European Central Bank.(WD)

Related posts