CAAM : Penjualan Mobil Di Cina Mengalami Penurunan Di Bulan Januari

Laju penjualan mobil di Cina diperkirakan mengalami penurunan selama 19 bulan berturut-turut di bulan Januari, seiring kontraksi yang ditunjukkan oleh produk kendaraan energi baru dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir.

China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) lebih lanjut melaporkan bahwa total penjualan produk mobil di pasar mobil terbesar di dunia tersebut, diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 18% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Saat ini industri otomotif tengah bersiap-siap menghadapi dampak dari epidemi wabah virus corona, yang hingga saat ini telah menwaskan lebih dari 1100 orang. Setidaknya hal ini akan membuat para produsen otomotif dunia untuk berpikir kembali terhadap pemasaran produk mereka di pasar Cina, seiring para konsumen yang memilih untuk berdiam di rumah.

Pemerintah daerah di Cina sudah mulai memaksakan pembatasan perjalanan dan sekaligus juga mengeluarkan peringatan kepada para penduduknya untuk menghindari ruang publik sejak dua pekan terakhir di bulan Januari lalu.

Selain itu para eksekutif industri otomotif mengatakan bahwa epidemi ini kemungkinan akan mendatangkan malapetaka bagi laju penjualan serta produksi mobil selama periode kuartal pertama tahun ini.

Lembaga CAAM mengatakan bahwa para produsen mobil harus membiasakan diri dengan kondisi pertumbuhan dalam kecepatan yang rendah di pasar mobil Cina, karena mereka memperkirakan laju penjualan akan cenderung mengalami penyusutan hingga 2% di tahun ini, yang mana ini menjadi tahun ketiga terjadinya kontrkasi secara beruntun.

Selama tahun lalu dilaporkan bahwa laju penjualan industri otomotif mengalami penurunan 8.2%, akibat tekanan aturan standar emisi baru di tengah menyusutnya laju pertumbuhan ekonomi serta terjadinya ketegangan perdagangan dengan pihak AS.(WD)

Related posts