Caixin : Aktifitas Pabrik Cina Tumbuh Di Laju Yang Lambat

Sebuah survei bisnis yang dilakukan oleh lembaga Caixin Cina menunjukkan bahwa aktifitas pabrik Cina tumbuh di laju yang paling lambat dalam tujuh bulan terakhir di bulan Januari, akibat terbebani oleh penurunan pesanan ekspor di tengah melonjaknya pandemi global serta kenaikan biaya.

Melambatnya sektor manufaktur Cina telah menggarisbawahi kerapuhan yang melanda laju pemulihan ekonomi yang tengah berlangsung di negeri Tirai Bambu tersebut, seiring pemerintah Beijing yang terus bergulat dengan kebangkitan kasus Covid-19 di wilayah Cina Utara dan sekaligus menavigasi meningkatnya ketegangan dengan pihak Washington dan sekutunya.

Caixin/Markit Manufacturing PMI mencatat penurunan menjadi 51.5 di bulan Januari lalu, yang merupakan level terendahnya sejak Juni tahun lalu dan mengalami penurunan tajam dari pembacaan di angka 53.0 pada bulan Desember, sementara analis memperkirakan aktifitas pabrik di 52.7 dalam jajak pendapat Reuters.

Hasil survei tersebut secara lebih luas berjalan selaras dengan data PMI resmi dari pemerintahan Beijing yang dirilis pada hari Minggu kemarin, yang menunjukkan laju pemulihan aktifitas pabrik yang mengalami perlambatan akibat meningkatnya kasus virus corona.

Sementara itu sub-indeks untuk produksi di Caixin/Markit PMI mencatat penurunan menjadi 52.5 di bulan Januari, yang mana ini menjadi laju ekspansi paling lambat sejak bulan April di tahun 2020 lalu, sedangkan sub-indeks untuk pesanan baru dilaporkan turun ke 52.2 yang merupakan level terendahnya sejak bulan Juni.

Untuk pesanan ekspor mencatat penurunan di bulan Januari, sehingga mengakhiri laju pertumbuhan dalam lima bulan berturut-turut yang diakibatkan oleh melonjaknya pandemi dalam skala global yang menimbulkan tekanan terhadap permintaan luar negeri.

Ekonomi China berkembang pada tingkat yang lebih cepat dari perkiraan di angka 6.5% pada kuartal keempat tahun lalu, didukung oleh sektor ekspor yang sangat tangguh, karena pabrik berlomba untuk memenuhi pesanan luar negeri di tengah pandemi yang melonjak.

Namun demikian harapan terhadap pemulihan sedikit melambat akibat peningkatan tajam dalam kasus virus corona, di tengah pihak berwenang yang berlomba untuk memberlakukan langkah-langkah kebijakan lockdown untuk mengekang penyebaran virus di wilayan Cina Utara, yang mempengaruhi pabrik baja dan kepercayaan konsumen.

Salah seorang ekonom senior di Caixin Insight Group, Wang Zhe mengatakan bahwa indeks ekspektasi produksi di masa depan mencatat angka terendahnya sejak bulan Mei di tahun lalu meskipun masih di wilayah positifnya, sehingga menunjukkan bahwa para pengusaha manufaktur masih merasa khawatir tentang berlanjutnya laju pemulihan ekonomi, dan selain itu pasar tenaga kerja yang melemah serta tekanan inflasi yang meningkat tajam tidak dapat diabaikan begitu saja.

Rata-rata biaya input terus mengalami peningkatan tajam selama bulan Januari, dengan tingkat inflasi yang hanya sedikit berkurang dari level tertingginya dalam tiga tahun terakhir di bulan Desember lalu, sementara para responden telah melaporkan kenaikan harga bahan baku serta kekurangan dari pihak pemasok yang menaikkan biaya di bulan Januari lalu.

Pihak produsen juga melaporkan penundaan logistik yang meluas karena tindakan kebijakan lockdown yang diberlakukan pemerintah mengenai rantai pasokan, yang menyebabkan peningkatan waktu pengiriman yang nyata untuk pihak pemasok.(WD)

Related posts