Carnell : Kebuntuan Brexit Akan Membuat Poundsterling Melemah

Kepala Ekonom sekaligus Kepala Penelitian kawasan Asia Pasifik dari ING, Rob Carnell mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan Inggris kemungkinan akan turun lebih rendah dari perkiraan bank sentral di tahun ini, sembari mengatakan bahwa suku bunga kemungkinan akan dipangkas jika pembicaraan terkait Brexit tidak mencapai kesepakatannya.

Hal ini disampaikan beliau berdasarkan prediksinya terhadap kondisi negosiasi saat ini antara pihak Inggris dan Uni Eropa serta mengacu kepada ekonomi Inggris yang terlihat memburuk di semua sektor. Lebih lanjut Carnell mengatakan bahwa pertumbuhan yang kurang dari 1.2% seiring para konsumen yang sedikit mengurangi aktifitas pengeluarannya, pasar perumahan yang suram serta investasi bisnis yang mengalami kelesuannya.

Pada pekan lalu Bank of England telah menurunkan secara tajam prospek ekonomi Inggris di tahun 2019 ini menjadi hanya 1.2%, sementara baru-baru ini World Bank mengeluarkan proyeksinya terhadap pertumbuhan ekonomi Inggris di kisaran 1.7% untuk tahun ini.

Lebih jauh Carnell menjabarkan bahwa ada kasus penurunan di akhir tahun ini menggambarkan bahwa saat ini kondisi ekonomi Inggris semakin memburuk secara serius dikarenakan negosiasi kesepakatan Brexit yang tidak memberikan tanda-tanda adanya perbaikan di sektor ekonomi.

Hingga saat ini kebuntuan negosiasi Brexit telah membuat Perdana Menteri Theresa May terus berjuang untuk mengupayakan kesepakatan yang memberikan keuntungan bagi sektor bisnis di Inggris.

Jika kesepakatan Brexit menemui jalan buntu, maka kemungkinan besar nilai Poundsterling akan semakin melemah untuk menciptakan “jaring pengaman” bagi laju pertumbuhan ekonomi Inggris yang semakin terpuruk. Dengan melemahnya nilai tukar Poundsterling maka diharapkan hal ini akan memberikan dukungan bagi sektor ekspor untuk mampu mengimbangi sejumlah penurunan di sejumlah sektor.(WD)

Related posts