Header Ads

Carney : Inggris Harus Bersiap Terhadap Tekanan Akibat Epidemi Virus

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, Gubernur Bank of England Mark Carney mengatakan bahwa Inggris harus bersiap-siap terhadap tekanan terhadap ekonominya yang ditimbulkan oleh dampak wabah virus corona yang semakin meluas.

Carney mengatakan bahwa bank sentral Inggris telah mendeteksi terjadinya pengetatan dalam jaringan pasokan yang dapat menyiratkan penurunan peringkat, namun beliau juga menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan seberapa buruk pengaruh terhadap Inggris.

Beliau mengatakan bahwa pihaknya akan memperkirakan laju pertumbuhan dunia yang lebih rendah dibandingkan seharusnya, yang mana hal ini akan memiliki efek secara langsung terhadap ekonomi di Inggris.

Lebih lanjut Carney menambahkan bahwa pihaknya belum melihat adanya efek langsung terhadap indikator ekonomi di Eropa dan Inggris, namun jika pertumbuhan global berjalan lebih lambat dari pertumbuhan Inggris, maka hal ini akan berdampak secara terbuka terhadap ekonominya.

Hingga saat ini Bank of England terus melakukan pemantauan terhadap bank-bank di Inggris untuk memastikan mereka tetap dalam kondisi yang sehat, sehingga tidak ada risiko akan terjadinya krisis keuangan.

Pada hari Kamis kemarin, wilayah di Irlandia Utara telah mengkonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona, sehingga jumlah total kasus infeksi virus tersebut di Inggris hingga saat ini berjumlah 16 orang.

Sementara itu pergerakan mata uang Poundsterling pada hari ini cenderung stabil, namun pergerakan The Cable sepertinya mengabaikan pelemahan US Dollar yang meluas sejak kemarin, menyusul tim PM Boris Johnson yang mengedepankan agenda negosiasi kesepakatan perdagangan pasca Brexit dengan pihak Uni Eropa.

Pembicaraan mengenai hal tersebut pada pekan depan akan menjadi kunci bagi para pelaku pasar, seiring kondisi risk-off yang diakibatkan oleh epidemi virus telah mengganggu arah perdagangan di pasar mata uang dalam beberapa waktu terakhir.

Perdana Menteri Boris Johnson beserta pejabatnya telah menunjukkan kesiapan untuk mulai mempersiapkan Brexit tanpa kesepakatan jika pihak Uni Eropa dan Inggris gagal menyepakati apapun hingga bulan Juni mendatang. Namun, seorang ahli hukum Inggris mengatakan bahwa Inggris dapat menerima yurisdiksi Pengadilan Eropa, meskipun tidak lagi menjadi anggota Uni Eropa.(WD)

Related posts